Volume Pasar

Table of Contents

Volume Pasar


PT SGS sebagai penguasa pasar Sengon di Indonesia memprediksi bahwa dalam 5-10 tahun yang akan datang kebutuhan Sengon akan naik 10 kali lipat. Setidaknya ada beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi;
Pertama, pada 5 tahun mendatang, negara tujuan ekspor seperti Amerika, Eropa dan Jepang hanya mau menerima kayu hasil budidaya bukan kayu hasil hutan. Inilah yang menyebabkan Sengon, sebagai salah satu kayu hasil budidaya akan mengambil posisi penting dalam percaturan pasar ekspor dunia.

Kedua, ada 12 perusahaan besar di Indonesia yang fokus di Sengon, dan mereka tiap tahun menaikkan kapasitas produksi sampai 20% dalam kondisi pasokan bahan baku masih kurang. Kebijakan inilah yang terus memicu antara kebutuhan dan pasokan Sengon tidak akan pernah seimbang.

Ketiga, masa panen yang lima tahun. Meski Sengon dikenal sebagai tanaman keras yang masa panennya paling cepat, tapi tetap saja menyebabkan pasokan Sengon di pasar dalam dan luar negeri terus kekurangan. Ini terjadi karena kebutuhan pabrik menyerap sengon per bulan 1,2 juta m3 baru terpenuhi 50% saja. Jadi intinya, kebutuhan tiap hari terus saja terjadi, sementara panennya tiap lima tahun sekali.

Keempat, beberapa perusahaan besar seperti SGS kini telah memodifikasi mesin-mesinnya agar bisa menyerap kebutuhan Sengon lebih besar. Sebelumnya, bentuk kayu yang harus menyesuaikan mesin. Kini setelah ada modifikasi, bentuk mesin yang menyesuaikan kayu Sengon. Efek dari kebijakan ini adalah SGS kini bisa menerima kayu Sengon pada diameter 8 Cm, sebelumnya hanya minimal 13-15 Cm.

Kelima, fungsi bahan substitusi yang terus naik prosentasenya. Semisal adalah bahan baku tripleks. Sebelumnya komponen tripleks dari bahan Sengon hanya 60% saja, sekarang Tripleks sudah 100% dari bahan baku Sengon. Efek dari itu semua, harga kubikasi Sengon pun terus merangkak naik.

baca juga :

Pos-pos Terbaru