Teknologi Dan Kebudayaan

TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN

Teknologi Dan Kebudayaan

TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN
TEKNOLOGI DAN KEBUDAYAAN

Negara Indonesia melaksanakan pembangunan untuk menjadikan negeri ini menuju suatu negara yang makmur. Dalam pembangunan tersebut akan diperiukan SDM (sumber daya manusia) , Teknologi dan Kapital (Resources).

SDM diperlukan, karena dalam pembangunan diperlukan : Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian / Evaluasi. Kualitas SDM akan sangat mempengaruhi hasil pembangunan. Kualitas SDM tersebut meliputi: Pendidikan / Pelatihan (Kemampuan), Kejujuran, Kedisiplinan, Etos Kerja, dll. Kita bisa melihat berbagai fakta bahwa kualitas SDM adalah modal yang paling pokok dalam pembangunan, karena karena berapapun besarnya Kapital (resources) yang dipergunakan, apapun teknologi yang dipergunakan (dibeli) namun bila kwalitas SDM nya rendah maka kegagalan pembangunan akan menghadang kita semua.

Teknologi adalah suatu perangkat atau sarana yang diperlukan dalam suatu proses pembangunan. Kita membangun gedung bertingkat, maka diperlukan teknologi. Demikian pula dalam membangun saran transportasi (Kapat, Pesawat Terbang, Kereta Api, dll.) maka diperlukan teknologi. Teknologi diperlukan dalam proses pembangunan, schingga dalam proses pembangunan tersebut hasilnya (produknya) baik, tepat waktu, efesien, kompetitif (kualitas dan harga), dan lain sebagainya.

Teknologi yang diperlukan dalam pembangunan bias tersedia, namun dalam dunia ketiga lazimnya harus diperoleh dari negara maju. Cara memperoleh teknologi (trasfer teknologi) dari negara maju dapat dilakukan dengan beberapa hal, misalnya lisensi, pembelian patent dan lain-lainnya. Untuk melakukan suatu proses transfer teknologipun diperlukan suatu kondisi, misalnya adanya suatu pemerintahan yang stabil.

Proses dan Kondisi untuk Transfer Teknologi

Tujuan pembangunan tentunya kita semuanya sudah tahu untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, Untuk melakukan pembangunan perlu modal, teknologi dan tenaga kerja. Teknologi yang diperlukan untuk pembangunan bisa dari yang sudah ada di tanah air dan teknologi luar.

Kondisi atau syarat agar transfer teknologi dapt berlangsung :

Willingness, yaitu kedua belah pihak pada dasanya harus mempunyai kemauan yang sama. Pihak penerima harus mempunyai persiapan yang baik dalam proses ini.

Pemeintahan yang Stabil, suatu proses yang dikehendaki tidak aakn tercapai kalau kondisi yang stabil dapat terwujud. Demikian pula dalam proses transfer teknologi. Kepercayaan akan adanya pemerintahan yang stabil harus ada, untuk adanya arus teknologi, penanaman modal dan sebagainya.

Perlunya Back Up dari R &D. kesiapan R & D dalam negeri adalah sangat vital dalam proses alih teknologi. R & D dalam negeri meberikan sarana untuk penemuan lebih lanjut, adptasi, dan penggunaan teknologi yang telah diimport.

Kesiapan sistem pendidikan. Kesiapan perguruan teknik merupakan faktor terpenting, karena lembaga ini yang akan menghasilkan insinyur, teknisi selain jumlah juga kualitas yang memadai. Juga ditempat ini pula diharapkan adanya pengembangan ilmu dan penelitian.

Proses alih teknnologi memeriukan perencanaan dan beaya yang besar. Kecepatan arus perpindahan diantaranya dipengaruhi oleh perencanaan yang baik.

Adapun sarana untuk alih teknologi adalah :
1. Kerjasama teknik luar negeri, misalnya kerja sama RI dengan pemerintah Republik Federasi Jerman, dani lain lainnya.
2. Pembeliaii patent/lisensi misalnya untuk pembuatan Helicopter B.O. 105, CASSA 212.
3. Training dan sekolah di negara maju. Pengiriman karyawan ataupun karyasiswa untuk mengikuti training atau sekolah dinegara maju.
4. Penanaman modal asing
5. Penempatan staf ahli asing di Indonesia, misalkan di perguruan tinggi, di angkatan laut, dan lain-lainnya.

Pemilihan Teknologi yang Diperlukan

Kenapa kita perlu mengimpor teknologi? Kita perlu mengimpor teknologi karena beberapa alasan, diantaranya :
1. Bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pokok.
2. Untuk ekstrasi kekayaan alam.
3. Kebutuhan akan ilmu dan toknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
4. Untuk dapat dipergunakan dalam proses added value dari hasil alam yang ada.
5. Strategis.

Dari uraian diatas, dapat disusun daftar teknologi yang kita perlukan:

1. Teknologi Pertanian dan Perikanan.
2. Food Teknologi.
3. Metallurgy and Material Engineering.
4. Chemistry dan Chemical engineering.
5. Mechanical and Construction Engineering.
6. Electrical dan Electronic Engineering.
7. Ocean dan Offshore Technology
8. Operation research, Informatika, Industrial Engineering
9. Information Technology (IT) and Information System (IS)

Teknologi pertanian dan perikanan diperlukan karena banyak kekayaan alam kita belum di manfaatkan secara optimal. Sebagai contoh sumber daya ikan kita sekitar 5.5 juta ton setahun, yang dapat kita ambil sekitar separohnya. Problem utama diantaranya adalah pengambilan dan pengawetan hasil tangkapan. Dengan kemajuan food teknologi tentunya banyak hasil alam yang dapat dimanfaatkan lebih baik, dan tentunya dapat diekspor. Penguasaan ilmu dan teknologi bahan . kiniia, elektro dan elektronics, mesin, merupakan landasan pokok dari industri. Industri kimia, refinery oil, pabrik kapal, pesawat terbang dan lain-lainnya memerlukan teknologi tersebut diatas. Selain itu kita perlu infra struktur transportasi yang baik untuk menunjang tumbuhnya industri, disini diperlukan teknologi sipil construction engineering.

Industri minyak kita sekarang ini sekitar sepertiga dari perairan laut Jawa, sekitar Balikpapan, sekitar Natuna, selat Malaka, namun ditahun 2025 industri pengambilan minyak akan bergeser ke laut yang lebih dalam, disekitar selat Bali, sekitar Timor, daerah laut Arafuru. Penguasaan ilmu dan teknologi di bidang ofsshore/ocean, selain memberikan lapangan kerja, juga dapat menekan beaya produksi. Makin maju dan besar jaringan industri dan kegiatan produksi lainnya, perlu perencanaan dan manajemen industri yang baik, untuk itu perlu penguasaan operation research, industrial engineering.

Peran Perguruan Tinggi dalam proses alih Teknologi

Proses alih teknologi adalah suatu proses yang mahal, sehingga memerlukan persiapan dan perencanaan yang baik. Perguruan tinggi adalah wadah untuk menghasilkan insinyur, teknisi, profesional, peneliti. Kesiapan perguruan tinggi untuk menghasilkan insinyur dengan kwalitas yang baik adalah sangat penting. Keterkaitan perguruan tinggi dengan industri adalah sangat membantu perkembangan kedua belah pihak. Dinamika kurikulum, dan aktivitas penelitian sangat bergantung kepada hubungan tersebut. Model kerjasama semacam ini dapat diharapkan dari hubungan Nurtanio – ITB, dan PAL – ITS. Selain itu diperguruan tinggi, pengembangan ilmu teknik dasar harus mendapatkan perhatian yang besar pula.

Hubungan SINTEF dengan NTH

Pengembangan teknologi maju lebih mudah diadaptasi kalau penguasaan ilmu dasarnya kuat. Bagaimanakah hubungan perguruan tinggi dan industri bisa rapat? Kita bisa melihat model hubungam SINTEF ( the Foundation of Scientific and Industrial Research at the Norwegian Institute of Technology ) dengan NTH the Norwegian Institut of Technology ).

SINTEF melakukan kegiatan riset untuk:
· Bidang Industri swasta dan pemerintah.
· Lembaga
· Lain-lain

NTH, kemudian memasarkannya, untuk memperoleh kontrak kerja. Lembaga, semacam ini di Indonesia sebenarnya sudah ada, tetapi pendayagunaannya perlu lebih dihidupkan.

Kapital (Resources) di Indonesia begitu melimpah meskipun dalam bentuk kekayaan alam. Dalam pembangunan tentunya selain diperlukan modal dalam bentuk finansial (cash), bentuk kekayaan alam juga sangat diperiukan. Meskipun Indonesia memiliki keterbatasan dalam kekayaan finansial (cash), namun dengan keadaan alam yang melimpah dan menjajikan dapat menarik investor asing untuk menanamkan modalnya. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengatur sedemikain rupa sehingga kekayaan alam tidak punah dan hasil dari pada proses ekstraksi / penggunaan kekayaan alam, dapat memberikan kesejahteraan rakyat di Indonesia.

Untuk itu, tentunya sangat diperlukan manajemen sumber daya alam untuk pengelolaan tersebut. Didepan dinyatakan Perguruan Tinggi (PT) adalah wadah untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional. Menghadapi melinium ketiga yang akan datang, akan tedadi globalisasi. kerjasama teknik sebagai akibat integrasi ekonomi berbagai bangsa/negara, ini membawa konsekuensi peningkatan kebutuhan supplay dan deman jasa-jasa teknik secara intemasional, termasuk Indonesia.

Dengan berlakunya AFTA mulai tahun 2003 (disusul APEC dan WTO/GATT tahun tahun berikutnya), maka lulusan Perguruan Tinggi dalam negeri harus mampu bersaing dengan lulusan luar negeri untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dalam negeri atau lebih-lebih di luar negeri, karena kesepakatan-kesepakatan bersama tersebut diatas akan memberikan kebebasan lulusan luar negeri masuk ke Indonesia dan sebaliknya.

Bila kemampan profesional lulusan perguruan tinggi Indonesia ingin setara dengan lulusan perguran tinggi luar negeri, sangat urgent semua pengelola perguruan tinggi maupun sivitas akademiknya memperhatikan kriteria lulusan sarjana (S1) bidang teknik dan teknologi yang diterbitkan oleh Badan Akreditasi independen di Amerika bernama ABET 2000. Program Studi Teknik Teknologi harus dapat mendemonstrasikan bahwa lulusan SI memiliki :

1. Kemampuan memahami pengetahuan matematika, science dan teknik.
2. Kemampuan dasar dan melakukan eksperimen, juga menganalisa dan menginterpret data.
3. Kemampuan design suatu sistem, komponen atau proses memenuhi suatu kebutuhan.
4. Kemampuan bekerja dalam tim multidisiplin.
5. Kemampuan mengidentifisir, memformulasi, dan memecahkan masalah-masalah teknik.
6. Pengertian kewajiban profesional dan etika.
7. Kemampuan berkomunikasi secara efektif (terutama dalam bahasa Inggris).
8. Pendidikan yang luas sehingga memahami impect pemakaian teknik.
9. Mengakui pentingnya dan mampu mengikuti “long life learning” pengetahuan mengenai tempovery issues.
10. Kemampuan memakai teknik, ketrampilan, dan peralatan teknik modern yang diperiukan untuk melakukan praktek-praktek keteknikan.

Nampaknya kurikulum Perguruan Tinggi di Indnesia masih terlalu memperhatikan proses untuk memperoleh kemampuan 1, 2 dan 3. Karena itu untuk waktu-waktu yang akan datang kriteria untuk mewujudkan kemampuan 4 sampai dengan 10 harus secepatnya dimasukkan dalam kurikulum yang baru.

Satu catatan yang perlu dipahami oleh semua yang terlibat dalam proses pendidikan tinggi ini adalah keberhasilan mencapai lulusan seperti yang diidentifisir oleh ABET 2000 tidak saja membutuhkan commitment pengelola perguruan tinggi tapi juga commitment mahasiswa dan orang tuanya. Mahasiswa dituntut bersedia bekerja lebih keras dan orang tua bersedia menyediakan dana lebih besar lagi.

Sumber: https://www.studinews.co.id/