Tafsir Ayat dan Penjelasan

 Tafsir Ayat dan Penjelasan

 Tafsir Ayat dan Penjelasan Tafsir Ayat dan Penjelasan

ß,»n=©Ü9$# Èb$s?§sD ( 88$|¡øBÎ*sù >$rá÷èoÿÏ3 ÷rr& 7xƒÎŽô£s? 9`»|¡ômÎ*Î/ 3

Jumlah talak perempuan yang boleh dirujuki adalah dua, dan talak itu disebut talak “talak raj’i”. Jika telah dijatuhkan talak pertama sebelum habis masa iddahnya, perempuan boleh dirujuk kembali. Demikian juga kalau dijatuhkannya talak kedua sebelum habis masa iddah perempuan itu, boleh dirujuk kembali. Dan tidak dapat lagi dirujukinya apabila telah jatuh talak ketiga.[1]

Allah SWT. Menyebutkan “dua kali”, bukan “dua talak”. Hal itu berarti bahwa jatuhnya talak itu ialah “satu kali” dan “dua kali” dan “tiga kali”. Dan tidaklah berarti jatuh “satu kali” untuk “dua talak “atau untuk ”tiga talak” sekaligus. Demikian pendapat jumhur mufassir.

Jika telah dijatuhkannya talak untuk yang kedua kalinya, maka dia boleh memilih salah satu dari dua,yaitu diteruskannya kembali talak sampai yang ketiga, atau dirujukinya kembali dan dipegangnya dengan sebaik-baiknya, bukan dengan maksud hendak menyiksa isterinya.itu yang dimaksud dengan firman Allah, “Maka pegang dengan baik atau lepaskan dengan baik.”

Ulama’ berbeda pendapat tentang orang menalak istrinya dengan talak dua atau talak tiga sekaligus dengan sekali ucapan. Apakah jatuh tiga atau jatuh satu? Jumhur berpendapat jatuh talak tiga atau sebanyak yang diucapkannya. Yang lain berpendapat hanya satu saja.

Sesungguhnya Jumhur ulama’ termasuk hanafiah menyatakan bahwa talak syar’i adalah sekali, kemudian sekali lagi. Jika langsung dijatuhkannya talak dua atau talak tiga, dinamakan talak bid’ah dan hukumnya adalah haram.[2]

Sejarah talak tiga secara sekaligus itu, menurut riwayat Ahmad dan Muslim dari hadist Thawus dan Ibnu Abbas, dia berkata :

“adalah talak dimasa Rasulullah SAW dan dimasa Abu Bakar dan dua tahun di masa Khalifah Umar, talak tiga secara sekaligus dihitung satu saja. Kemudia Umar berkata “Bahwasannya manusia itu hendak bersegera saja, hendak terburu-buru saja dalam perbuatan yang semestinya bertindak perlahan-lahan, jika kamu langsungkan kehendak mereka itu, niscaya terjadilah yang demikian itu.”

Maksudnya ialah oleh karena perbuatan orang banyak selalu hendak menalak istrinya dengan talak tiga sekaligus, padahal seharusnya dalam hal ini mereka hendak bertindak perlahan-lahan, dan dipikirkan dengan mendalam tetapi mereka hendak terburu-buru juga, maka Umar menurutkan kehendak mereka itu dengan menetapkannya. Artinya orang yang menalak istrinya tiga sekaligus langsung ditetapkan tiga, bukan satu. Demikianlah Ulama madzhab menetapkan pendapat itu, hanya Abu Hanifah yang mengatakan , bahwa talak seperti itu  haram hukumnya, tetapi dianggapnya juga talak tiga.[3]

Menurut Shi’iah Imamiyah talak yang diucapkan tiga sekaligus tidak dapat menjatuhkan talak walaupun satu talak. Sedangkan menurut al-Zaydiyah, Ibn Taymiyah dan Ibn Qayyim, adalah jatuh talak satuLebih lanjut menurut pendapat Shi’iah Imamiyah dan mereka yang sepakat dengan pendapatnya bahwa merupakan suatu kewajiban untuk kembali kepada al-Sunnah dan menolak ijtihad yang dilakukan oleh ‘Umar Bin al-Khattab karena melakukan talak tiga sekaligus merupakan tindakan membatalkan rukhsah dan pertolongan yang telah diberikan oleh Allah.[4]

Ÿwur ‘@Ïts† öNà6s9 br& (#rä‹è{ù’s? !$£JÏB £`èdqßJçF÷s?#uä $º«ø‹x© HwÎ) br& !$sù$sƒs† žwr& $yJŠÉ)ムyŠr߉ãm «!$# ( ÷bÎ*sù ÷LäêøÿÅz žwr& $uK‹É)ムyŠr߉ãn «!$# Ÿxsù yy$oYã_ $yJÍköŽn=tã $uK‹Ïù ôNy‰tGøù$# ¾ÏmÎ/

Penjelasan ayat ini ditujukan kepada suami, artinya tidak halal bagi mereka itu mengambil kembali apa-apa yang sudah diserahkannya kepada istrinya, seperti mahar walaupun sedikit, dengan maksud hendak memberikan mudharat kepada istrinya itu.

Zuhayly, mengemukakan bahwa talak adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah yang tidak dishari’atkan kecuali karena darurat. Jika hal tersebut terjadi, maka suami haram mengambil kembali apa yang telah ia berikan baik mahar atau yang lainnya ( ولا يحل لكم أن تأخذوا مما ءاتيتموهن شيئا). Justru suami berkewajiban memberi hadiah berupa materi atau uang kepada isteri sebagai tambahan atas hak-haknya. [5]Berdasarkan Firman Allah Surah al-Ahzab : 49

Pos-pos Terbaru