Syarat Tumbuh Untuk Tanaman Hias Aglaonema

Syarat Tumbuh Untuk Tanaman Hias Aglaonema

Tidak banyak Syarat tumbuh Untuk tanaman Hias aglaonema. Faktor lingkungan yang penting yaitu pencahayaan dan temperatur Tanaman hias Aglaonema tersebut. Cahaya dibutuhkan tanaman aglaonema untuk proses fotosintetis, yaitu merubah gas asam arang (CO2) dan air (H2O) menjadi gula atau karbohidrat.
·         Pencahayaan
Sesuai dengan sifat aslinya, aglaonema memerlukan tempat teduh atau ada naungan. Aglaonema masih dapat hidup walaupun ditempatkan di ruangan yang agak gelap (kurang dari 150 cahaya lilin). Namu, pencahayaan yang baik ialah 1.000 sampai 25.000 cahaya lilin atau dinaungi parenet 70-90% agar pertumbuhan optimal.Sesuai dengan sifat aslinya yang menyukai tempat teduh, tanaman ini sangat cocok ditempatkan di ruangan dalam waktu yang relatif lama. Oleh sebab itu, tanaman ini pouler sebagai tanaman Bila cahaya terlalu intensif atau terang, daun aglaonema menjadi agak putih atau pucat dan bisa terjadi titik-titik gosong atau terbakar. Pencahayaan yang berlebihan dapat diketahui dengan melihat sudut antara daun dan batang tanaman yang lebih kecil dari 45 derejat (agak tegak). Adapun posisi yang normal antara 45-90 derejat.

·         Temperatur dan kelembapan

Temperatur yang optimal untuk aglaonema antara 24-29 derejat C pada siang hari dan 18-21 derejat C pada malam hari. Adapun kelembapan optimal sekitar 50%. Dengan temperatur dan kelembapan tersebut, agleonema cocok ditanam di dataran rendah.
Perkembangan aglaonema, terutama hibrida, dapat dilihat dari dua segi, yaitu dari negara-negara yang menghasilkan dan dari tanaman itu sendiri, terutama dari harganya.
·         Perkembangan aglaonema di beberapa negara
Sejak Cina pertama kali membudidayakannya, belum ada perkembangan mengenai aglaonema sampai sekitar tahun 1960. Nat Deleon dari USA melakukan persilangan antara Aglaonema curtisii dan Aglaonema treubi. Aglaonema hibrida yang dihasilkan diberi nama Aglaonema Silver Queen.Sejak itu, aglaonema di Amerika tidak banyak mengalami perkembangan, hingga pada tahun 1974 diperkenalkan Aglaonema Abidjan dan Manila, kemudian sekitar tahun 1980 diperkenalkan Aglaonema B.J Freeman. Perkembangan yang lebih pada sekitar tahun 1990 dengan diperkenalkannya sekitar 15-20 kultivar baru. Silangan-silangan baru ini umumnya berasal dari University of Florida.
Menjelang tahun 80-an, Sithiporn Donavanik dari Thailand sukses menghasilkan aglaonema dengan daun yang berwarna-warni dari silangan A. rotundum x A. marantifolium-tricolor. Hasil silangan tersebut diberi nama ‘Sithiporn’. Twyford Plant Laboratories Inc. of Sebring Florida sedang mengembangbiakan tanaman ini dalam skala komersial dengan menggunakan teknologi kultur jaringan (cloning/tissue culture) dengan nama dagang Aglaonema Red Gold.Pada tahun 2000-an, di Thailand dibentuk suatu klub yang memproduksi aglaonema. Klub yang hingga saat ini beranggotakan sekitar 60 anggota ini telah menghasilkan banyak sekali jenis-jenis aglaonema baru dengan corak dan warna yang sangat menawan, walaupun dari segi daya tahan tanaman belum teruji. Miss Ausa merupakan salah satu anggota yang berhasil nebghasilkan aglaonema dengan daun berwarna merah, kuning, dan merah muda.