SMKN 1 Cipanas, Belajar Tari dari Nol

SMKN 1 Cipanas, Belajar Tari dari Nol

SMKN 1 Cipanas, Belajar Tari dari Nol

 

SMKN 1 Cipanas, Belajar Tari dari Nol

Tidak memiliki background kesenian, tidak membuat empat siswa asal SMKN 1 Cipanas

Kabupaten Cianjur minder. Buktinya, mereka berhasil mewakili Jawa Barat dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional  Sekolah Menengah Kejuruan (FLS2N SMK) Tingkat Nasional  2018 di Banda Aceh.

Mereka adalah Andri Lesmana, Risnandar Kusmana, Siti Mutia Ulfah Muhtar, Suci Fitri Fauziah dan Salman Alfarizi. Mereka mewakili Jawa Barat pada mata lomba tari tradisional. Walaupun tidak berasal dari jurusan tari, akan tetapi keempat siswa ini telah mengalahkan SMK-SMK di Jawa Barat pada tingkat provinsi.

Kita belajar dari nol

Latihannya kita mulai dengan mengikuti lomba-lomba tingkat kabupaten, ikut lomba di luar atau event lain. Latihan rutin pun harus ekstra supaya bisa dapat tekniknya,” ujar Pembina tim tari tradisional, Rangga Adrian,SS, saat ditemui usai perlombaan di Hotel Hermes, Aceh, Banda Aceh, Kamis, 30 Agustus 2018.

Rangga mengatakan

setelah menjadi juara 1 tingkat Jawa Barat, ia dan tim mendapatkan pembinaan dari provinsi. Pembinaan yang diberikan sangat membantu memantapkan konsep gerakan hingga pemilihan lagu.

“Setelah lolos, kamu dibina oleh SMK Negeri 10. Banyak perubahan (gerakan) dari sebelumnya. Kami mendapatkan pembinaan sekitar tiga minggu. Latihannya di Bandung,” ujar Rangga menjelaskan.

Perubahan konsep gerakan dan musik saat pembinaan sangatlah signifikan. Perubahan diarahkan langsung oleh tim pembina provinsi demi memberikan penampilan terbaik saat perlombaan. Walaupub perubahan terjadi mendekati puncak lomba, Andri dan kawan-kawan dapat mengikuti latihan dengan baik.

“Kesulitan yang sering dialami adalah menyamakan gerakan bersama dan mensingkronkannya dengan lagu, lagunya ganti-ganti susah cari yang pas dengan gerakan,” ujar Andri.

Walaupun banyak kendala yang dihadapi

Rangga bangga dengan keempat siswanya. Menurutnya, proses yang dilalui oleh siswanya adalah yang terpenting. Mereka pun telah memberikan penampilan yang maksimal.

“Saya bangga. Dari anak yang tidak bisa (menari) sama sekali, hingga bisa. Kami membuktikannya di FLS2N ini. Terlepas dari menang atau tidak, sudah maksimal saja sudah dari cukup. Bangga sekali,” ujar Rangga.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/