Siswa Kabupaten Sumedang Ikuti Sosialisasi Penanganan “Stunting”

Siswa Kabupaten Sumedang Ikuti Sosialisasi Penanganan Stunting

Siswa Kabupaten Sumedang Ikuti Sosialisasi Penanganan “Stunting”

Siswa Kabupaten Sumedang Ikuti Sosialisasi Penanganan Stunting
Siswa Kabupaten Sumedang Ikuti Sosialisasi Penanganan Stunting

Sebanyak 75 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Sumedang mengikuti “Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat” (GenBest) yang diselenggarakan Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Hotel Hanjuan Hega di Jalan Raya Cimalaka Cilindri KM 5, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/5/2019). Forum ini bertujuan mengedukasi dan menggerakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan stunting.

Seorang peserta, Ika Sulastri mengatakan, dirinya jadi memiliki pengetahuan baru

mengenai masalah kesehatan yang ada di masyarakat. “Awalnya enggak tahu apa-apa, tapi setelah ikut sosialisasi, jadi mengerti apa itu stunting,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (17/5/2019).

Siswi SMKN 1 Buahdua itu menjelaskan, dalam forum tersebut, siswa ditunjuk menjadi kader untuk menyosialisasikan pentingnya penanganan stunting kepada masyarakat. Terlebih berdasarkan data yang dihimpun Menkominfo, Kabupaten Sumedang merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting.

“Kita akan mulai sosialisasi kepada sesama siswa di sekolah agar mereka tahu dan juga bisa memberi pemahaman kepada masyarakat lingkungan sekitar,” ujar siswa kelas XII jurusan akuntansi tersebut.

Lebih jauh, siswa yang aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 1 Buahdua ini mengajak kepada siswa dan masyarakat Sumedang agar menjaga kesehatan, baik dengan menerapkan pola hidup sehat maupun menjaga lingkungan agar tetap besih. “Kita harus mulai dari diri sendiri,” imbaunya.

Tingkatkan Kesadaran

Sementara itu, Kasubdit Infokom Kesehatan Kominfo, Marroli J. Indarto mengatakan

, komunitas dan keluarga dapat menjadi penggerak kesadaran pentingnya penanganan stunting di masyarakat. Kuncinya, dengan memberikan sekaligus menyediakan informasi pencegahan yang mudah diakses dan dipahami masyarakat.

“GenBest merupakan inisiasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo untuk mewujudkan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. GenBest ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari,” ucapnya, seperti diwartakan

Menurut Marroli, pemerintah telah bekerja keras menurunkan tingkat prevalensi stunting 

dari 37,2% pada 2013 menjadi 30,8% pada 2018. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih tinggi. Sebab, terdapat tiga dari sepuluh balita stunting di Indonesia dan pemerintah tetap optimis angka itu semakin menurun. Pasalnya, banyak ragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting.

Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Yakni, mulai dari janin hingga anak berusia 24 bulan,” ujarnya.

Marroli mengatakan, sosialisasi stunting penting dilakukan untuk mencegah munculnya sumber daya manusia (SDM) yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030. Tahun itu, diperkirakan 68% penyangga ekonomi bangsa Indonesia adalah orang-orang produktif yang lahir saat ini.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/