seorang panglima sultan yang mempertahankan batas utara dalam serangan Bangsa Mongol

Dinasti Khalji 1290-1320 M

Dinasti Khalji asal dari nama Khalj, daerah pegunungan di Afganistan. Mereka sangat berjasa dalam islamisasi di Asia terutama di India. Saah seorang tentara Khalji menyelamatkan Muhammad Ghurri dari ambang kematian, saat ia diserang oleh musuh dalam perjalanan pulang setelah kalah di perang Tarin I. pada 1290 M, dan setelah Balban wafat (1287), tidak ada orang kuat lagi yang mempertahakan kekuasaan mereka,sehingga masuklah kekuatan baru dari Afganistan, yaitu Dinasti Khalji. Sultan pertama adalah Sultan Jalauddin Firuz (1290-1296 M) naik tahta. Sultan naik tahta dengan menginjak usia 75 tahun, sesungguhnya sultan tidak sanggup lagi memberikan perlawanan kepada bangsa Mongol. Oleh karena itu orang yang paling terkenal dan kuat, Alaudin Khalji naik tahta dengan membunuh paman dan mertuanya sendiri. Karena, saat ini negara dalam keadaan kacau dan dikhawatirkan orang-orang penjahat dari daerah pegunungan Mewat yang sudah menguasai Delhi. Setelah naik tahta Alauddin Khalji berulang kali menghadapi serangan baik dari musuh dalam negri maupun serangan bertubi tubi dari luar. Pada masa oitu kekuasaanya meliputi hampir seluruh wilayah India, oleh karena itu ia dijuluki sang penakluk Asia.
Pada tahun tahun setelahnya kesehatan sultan terganggu, ia cepat marah dan ketagihan minum minuman keras. Pemerintahan diserahkan kepada panglima Malik Kafur, yang menaklukan Deccan dan India bagian Selatan lainnya. Tanda tanda kekacauan sudah terlihat dalam kekacauan itu sultan meninggal akibat terlalu banyak minum minuman keras. Putra sultan, Qutubuddin Mubarak Khalji berhasil merebut istana dan mengangkat dirinya sebagai sultan. Ia memerintah selama dua tahun selaku raja yang ganas dan buas. Perbuatan merampas, membunuh, dan memperkosa tidak berkeputusan lagi. Perbuatannya yang sewenang wenang diberantas oleh gubernurnya Khusru seorang Hindu.
Sultan Mubarak dibunuh dan Khursu mengangkat dirinya menjadi sultan dengan nama Nasiruddin. Tetapi kenyataannya ia lebih buaas lagi dari sultan yang digantinya. Delhi mengalami pemerintahan yang selama satu tahun rakyat selalu ditindas. Pengharapan terletak pada Ghazi Malik, seorang panglima sultan yang mempertahankan batas utara dalam serangan Bangsa Mongol yang mendesak lembah India pada masa itu. Atas permintaan kaum ningrat ia memberantas Khusru dan para pengikutnya. Kesultanan Delhi dipersembahkan oleh pembesar pembesar kepada Ghazi Malik dari Bani Tughluq.

 

– Dinasti Tughlaq 1320-1414 M

 

Tahun 1320 M, Dinasti Tughlaq didirikan oleh Ghazi Malik yang mampu mengalahkan Dinasti Khalji. Ia merupakan pemipin dari suku Qarauna yang berdiam di antara pegunungan Sind dan Turkistan. Sultan ini mati dengan cara yang kontroversial. Putranya Juna Khan membuat panggung untuk menyambut ayahnya yang baru pulang dari Bangla. Namun, panggungnya roboh dan sultan mati diinjak oleh gajah.
Salah seorang raja dari dinasti ini Muhammad ibn Tughlaq terkenal dengan tidak konsisten dalam memutuskan dekrit sehingga rakyat India, baik yang Islam apalagi yang Hindu tidak tahan lagi. Muhammad ibn Tughlaq juga terkenal dengan gagasan lima butir yang terpuji, namun semuanya gagal. Yaitu, proyek pemindahan ibu kota Delhi ke Deogir, dengan alasan untuk mensejahterakan rakyat di daerah selatan dan mengislamkan daerah tersebut, namun setelah pindah ke Deogir, Delhi dikuasai oleh para penjahat, oleh karena itu ia memutuskan untuk kembali. Yang kedua, ekspedisi ke Khurasan, persiapan selama setahun dengan merekrut 370.000 orang dibatalkan. Sebab, ia bekerja sama dengan penguasa Mongol dan penguasa Mesir untuk mengalahkan Khurasan yang dipimpin oleh Abu Sa’id. Namun, usaha ini gagal karena penguasa Mongol telah berganti kekuasaaan dan penguasa Mesir membelot kepada Abu Sa’id. Yang ketiga, adalah usaha penaklukan Qarachil, orang Mewat sering kali mengacau dan mengganggu keamanan di daerah tersebut. Akhirnya, sultan mengirim 100.000 pasukan tentara, namun usaha inipun gagal disebabkan tidak berhasil mendapaatkan informasi kekuatan musuh yang benar. Di samping itu juga cuaca buruk hujan es, maka hampir seluruh tentaranya mati. Yang keempat, mencetak mata uang. Sultan terpengaruh dengan mata uang kertas dari China. Hal ini karena orang Hindu mencetak uang palsu di rumahnya. Sultan akhirnya menarik mata uang baik yang dipalsukan atau tidak. Yang kelima, penambahan pajak di Doab, Karena proyek proyek gagal, maka ia menarik pajak untuk menutupi anggaran guna mengganti mata uang perunggu yang diganti dengan emas. Namun, proyek ini mengalami kegagalan karean para petani membakar sawah dan ari ke hutan. Karena para petugan penarik pajak melipatgandakan pungutan pajak tidak sesuai dengan ketetapan sultan. Karena kondisi yang demikian, maka kemudian banyak bermunculan pemberontakan. Akibatnya raja raja dari kekuasaan Delhi melepaskan diri. Yang tersisa hanyalah Doab dan Punjab. Muhammad Shah tidak dapat mempertahankan kekuasaannya lagi hingga akhirnya ia wafat. Ia digantikan oleh Firuz Shah. Sultan Firuz wafat dalam usia 90 tahun sesudah memerintah selama 42 tahun. Dengan wafatnya, kerajaan yang mulai rapuh itu pecah belah dalam beberapa kerajaan kecil yang dikuasai oleh panglima-panglima, bergelar sayyid. Khizir Khan mengalahkan sultan terakhir dari dinasti ini, maka berdirilah Dinasti Sayyed.

Pos-pos Terbaru