Re-Produksi Budaya Adalah

Re-Produksi Budaya Adalah

Re-Produksi Budaya Adalah

Re-Produksi Budaya Adalah
Re-Produksi Budaya Adalah

Kebudayaan adalah

Hasil rasa, karsa dan cipta manusia. Kebudayaan memiliki 3 wujud dan 7 unsur. Diantara ke-3 wujud tersebut adalah sistem budaya, sistem social dan artefak dan 7 unsur kebudayaan terdiri dari sistem organisasi social, sistem kesenian, sistem  bahasa, sistem pengetahuan, system mata pencaharian, system religi, system teknologi. Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sementara itu pendukung kebudayaan adalah makhluk manusia itu sendiri. Sekalipun manusia akan mati, tetapi kebudayaan yang dimilikinya akan diwariskan pada keturunannya, demikian seterusnya. Pewarisan kebudayaan tidak selalu terjadi secara vertikal melainkan dapat pula secara horisontal yaitu manusia yang satu dapat belajar kebudayaan dari manusia lainnya. Berbagai pengalaman makhluk manusia dalam rangka kebudayaannya, diteruskan dan dikomunikasikan kepada generasi berikutnya oleh individu lain. Berbagai gagasannya dapat dikomunikasikan kepada orang lain karena ia mampu mengembangkan gagasan-gagasannya itu dalam bentuk lambing lambang vokal berupa bahasa, baik lisan maupun tertulis.

 

Kebudayaan mengenal ruang dan tempat tumbuh kembangnya

Dengan mengalami perubahan, penambahan dan pengurangan. Manusia tidak berada pada dua tempat atau ruang sekaligus ia hanya dapat pindah ke ruang lain pada masa lain. Pergerakan ini telah berakibat pada persebaran kebudayaan, dari masake masa, dan dari satu tempat ke tempat lain. Indonesia adalah negara yang penuh dengan kebudayaan berbagai macam kebudayaan ada dalam negara ini. Dan disetiap daerah pastinya mempunyai sesuatu yang dibanggakan seperti sebuah kesenian, akan tetapi kesenian atau sebuah kebudayaan ini akan berkembang menjadi kebudayaan yang berfariasi karena adanya budaya yang mengglobal. Semakin banyak orang yang mengetahui terutama masyarakat luar pasti membawa pengaruh bagi kebudayaan asal. Hal ini dikarena kecenderungan orang untuk memfariasikan kebudayaan mereka agar lebih dikenal oleh luar daerahnya dan dikenal oleh negara lain.

Kebudayaan saat ini mulai menampakkan keberagamannya mulai dari kebudayaan yang asli sampai kebudayaan yang sudah dipengaruhi oleh kebudayaan lain.pengaruh inilah yang membuat kita harus lebih mencintai dan lebih mengenal kebudayaan negara kita  karena perlu diwaspadai semakin banyak kebudayaan yang bercampur dengan kebudayaan lain maka lama kelamaan makna asli budaya ini akan terkikis sedikit demi sedikit dan akan menghilangkan eksistensi dari kebudayaan asli.

 

Reproduksi Budaya

Reproduksi berasal dari kata re yaitu kembali dan produksi membuat atau menghasilkan, jadi reproduksi mempunyai arti suatu proses dalam menghasilkan sesuatu yang baru. Sedangkan budaya adalah suatu pola dari keseluruhan keyakinan dan harapan yang dipegang teguh secara bersama oleh semua anggota organisasi dalam pelaksanaan pekerjaan yang ada dalam organisasi tersebut.[1] Dapat disimpulkan reproduksi budaya adalah suatu proses dalam menghasilkan pola keseluruhan keyakinan dan harapan yang baru dalam organisasi masyarakat yang dipegang teguh oleh semua anggota organisasi.

Reproduksi kebudayaan merupakan proses penegasan identitas budaya yang dilakukan oleh pendatang , yang dalam hal ini menegaskan keberadaan kebudayaan asalnya. [2] Reproduksi budaya ialah bertemunya dua budaya yang berbeda dan satu sama lain saling mempengaruhi sehingga timbul kebudayaan baru yang mengandung unsur dua kebudayaan tersebut.

 

Proses Reproduksi Budaya

Di dunia ini tidak ada yang berhenti, semuanya berjalan, dan mengalami proses kebudayaan, termasuk masalah kebudayaan. Proses reproduksi kebudayaan merupakan proses aktif yang menegaskan keberadaannya dalam kehidupan sosial sehingga mengharuskan adanya adapatasi bagi kelompok yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda. Proses semacam ini merupakan proses sosial budaya yang penting karena menyangkut dua hal. Pertama, tataran sosial akan terlihat proses dominasi dan subordinasi budaya terjadi secara dinamis yang memungkinkan kita menjelaskan dinamika kebudayaan secara mendalam. Kedua, pada tataran individual akan dapat diamati proses resistensi di dalam reproduksi identitas kultural sekelompok orang di dalam konteks sosial budaya tertentu. Proses adaptasi ini berkaitan dengan dua aspek: ekspresi kebudayaan dan pemberian makna tindakan-tindakan individual.

 

Secara umum mobilitas berbagai kelompok masyarakat telah menjadi fenomena yang sangat umum

Hal ini mengandung pengertian bahwa lingkungan sosial budaya setiap orang dapat berubah-ubah yang sangat tergantung pada perilaku mobilitas seseorang atau sekelompok orang.  Mobilitas dengan demikian telah mendorong proses rekonstruksi identitas sekelompok orang. Sejalan dengan hal ini ada dua proses yang dapat terjadi, seperti tampak dalam pandangan para ahli. Pertama, terjadi adaptasi kultural para pendatang dengan kebudayaan tempat ia bermukim, yang menyangkut adaptasi nilai dan praktik kehidupan secara umum. Kebudayaan lokal dalam hal ini telah menjadi kekuatan baru yang memperkenalkan nilai-nilainya kepada pendatang, meskipun ia tidak sepenuhnya memiliki daya paksa. Namun demikian, proses reproduksi kebudayaan lokal, tempat setiap kebudayaan melakukan penegasan keberadaannya sebagai pusat orientasi nilai suatu masyarakat, tentu saja mempengaruhi mode ekspresi diri setiap orang (Appadurai, 1994; Hill dan Turpin, 1995).

Kedua, terjadi proses pembentukan identitas individual yang dapat saja mengacu kepada nilai-nilai kebudayaan asalnya. Bahkan dalam konteks ini seseorang dapat saja ikut memproduksi  kebudayaan asalnya di tempat yang baru (Foster, 19873; Kemp, 1988; Abdullah, 1996; Strathern, 1995). Kebudayaan dalam hal ini kemudian berfungsi sebagai apa yang dikatakan Ben Anderson sebagai imagined values, yang berfungsi dalam fikiran setipa orang yang menjadi pendukung dan yang mempertahankan kebudayaan itu meskipun seseorang berada di luar lingkungan kebudayaannya.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/