Proses Pinjaman Atas Dasar Hukum Gadai

Proses Pinjaman Atas Dasar Hukum Gadai

  1. Barang yang dapat digadaikan

Pada dasarnya hampir semua barang bergerak dapat digadaikan di pegadaian dengan pengecualian untuk barang-barang tertentu. Barang yang dapat digadaikan meliputi :

1)     Barang perhiasan, yang terbuat dari emas, perak, intan, mutiara dan batu mulia.

2)     Kendaraan, seperti mobil, sepeda motor, sepeda dan lain-lain.

3)     Barang elektronik, deperti kamera, radio, vidio player, televisi dan lain-lain.

4)      Barang rumah tangga, seperti perlengkapan rumah tangga dan lain-lain.

5)     Mesin-mesin.

6)     Tekstil.

7)     Barang yang dianggap bernilai oleh perum pegadaian

Barang yang tidak dapat digadaikan meliputi :

1)     Binatang ternak, karena memerlukan tempat penyimpanan khusus dan memerlukan cara pemeliharaan khusus.

2)     Hasil bumi, karena mudah busuk dan rusak.

3)     Barang dagangan dalam jumlah besar, tidak dap karena memerlukan tempat penyimpanan yang sangat besar yang tidak dimiliki oleh pegadaian.

4)     Barang yang cepet rusak, busuk atau susut.

5)     Barang yang amat kotor.

6)     Barang-barang seri yang sulit ditaksir.

7)     Barang yang sangat mudah terbakar.

8)     Senjata api, amunisi dan mesiu.

9)     Barang yang disewa belikan.

10)  Barag milik pemerintah.

11) Barang ilegal.

  1. Pemberian Pinjaman

Nilai taksir atas barang yang akan digadaikan tidak sama dengan besarnya pinjaman yang diberikan. Setelah nilai teksir ditentukan, maka petugas menemukan jumlah uang pinjaman yang dapat diberikan. Penentuan jumlah uang pinjaman ini juga berdasarkan presentase tertentu terhadap nilai taksir dan presentase ini juga telah ditentukan oleh perum pegadaian berdasarkan golongan yang besarnya berkisar 80% hingga 90%. Pinjaman kemudian digolongakan atas dasar jumlah untuk menentukan syarat-syarat pinjaman seperti besarnya sewa modal, jangka waktu pelunasan, jadwal atau waktu pelelangan. Pemberian uang pinjaman kepada nasabah dilakukan oleh kasir tanpa ada potongan biaya selain untuk permi asuransi.

  1. Pelunasan

Sesuai dengan syarat yang telah ditentukan pada waktu pemberian pinjaman, nasabah mempunyai kewajiban melakukan pelunasan pinjaman ayng telah diterima.

  1. Pelelangan

Penjualan barang yang digadaikan melalui suatu plelangan akan dilakukan melalui perum pegadaian pada saat yang telah ditentukan dimuka apabila hal-hal berikut terjadi :

1)     Pada saat pinjaman habis atau jatuh tempo, nasabah tidak bisa menembus barang yang digadaikan dan membayar kewajiban lainnya karena berbagai alasan.

2)     Pada saat masa pinjaman habis atau jatuh tempo, nasabah tidak mamperpanjang batas waktu pinjamannya karena berbagai alasan.

Hasil pelelangan barang yang digadaikan akan digunakan untuk melunasi seluruh kewajiban nasabah kepada perum pegadaian yang terdiri dari :

1)     Pokok pinjaman

2)     Sewa modal atau barang

3)     Biaya lelang

Apabila barang tidak laku dilelang atau dijual dengan harga yang lebih rendah dari pada nilai taksir yang telah dilakukan pada awal pemberian pinjaman kepada nasabah yang bersangkutan, maka barang yang tidak laku dilelang tersebut dibeli oleh Negara dan kerugian yang timbul ditanggung oleh perum pegadaian.

Batas Maksimum Pemberian Pinjaman (BMPP) adalah batas maksimum pemberian pinjaman yang diberikan untuk setiap Surat Bukti Rahn (SBR) atau jumlah maksimum pinjaman yang dapat diberikan kepada seorang Rahin. Besarnya BMPP untuk satu orang rahin atau per SBR perlu diatur secara khusus, yang berlaku juga dalam operasioanl gadai syariah ini. Pejabat yang berwenang bertanggung jawab terhadap pelampauan BMPP serta kebenaran nilai taksiran dan prosedurnya.

baca juga :

Pos-pos Terbaru