Prof. Frans Wijsen Kuliah Perdana Di STAKPN Ambon

Prof. Frans Wijsen Kuliah Perdana Di STAKPN Ambon

Prof. Frans Wijsen Kuliah Perdana Di STAKPN Ambon

Prof. Frans Wijsen Kuliah Perdana Di STAKPN Ambon
Prof. Frans Wijsen Kuliah Perdana Di STAKPN Ambon

Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Ambon,

Kamis (25/8) kemarin menggelar kuliah perdana dengan menghadirkan pembicara Prof. Frans Wijsen, guru besar pada salah satu Universitas terkenal di Belanda dengan topik Wacana, Dialog Indentitas Agama Pada Era Globalisasi dan Paradigma Baru.

Wakil Ketua I STAKPN Ambon J. Taihutu, M.Si membuka acara kuliah perdana tersebut mengungkapkan, komitmen bersama guna membangun tradisi akademik STAKPN Ambon maka beberapa tahun terakhir ini, dilaksanakan kuliah perdana yang tidak hanya melibatkan pembicara dari kampus STAKPEN namun juga dari luar kampus lain di Indonesia.

Dikatakan, para dosen terus membangun jejaring dengan para peneliti termasuk profesor

dari berbagai belahan dunia, yang diharapkan kehadiran mereka di Ambon untuk memberikan kuliah yang kita sebut kuliah tamu.

Prof. Frans Wijsen dari salah satu Universitas ternama di Belanda berkesempatan memberikan kuliah perdana kepada 270 mahasiswa baru, yang telah menyelesaikan kegiatan pengenalan kampus.

Sementara itu Prof. Frans Wijsen dalam menyampaikan kuliah perdananya yang didampingi

penterjemah mengambil topik Wacana, Agama dan Konflik Sosial. Sebenarnya agama itu sudah diturunkan kepada kita yang mana konsep agama itu dibentuk oleh manusia, kemudian mengerucut dalam indentitas kita, di dalam agama dan sosial dan ini semua di bentuk oleh manusia juga.

Prof Frans Wijsen pernah dikirim ke Perancis sebagai seorang profesor yang menyelesaikan studi tentang agama, juga belajar tentang kebijakan, serta manajemen yang berkaian dengan keberagaman agama.

Pembentukan serta manajemen agama yang ada di Indonesia sangatlah penting. Dicontohkan hanya di Indonesia yang memiliki Kementerian Agama yang bertugas untuk menangani, mengatur guna menjaga toleransi.

Tantangan yang dihadapi nantinya sangat kompleks, rumit, luas dan besar, serta harus berhadapan dengan para pendengar yang beragam pemahamannya, baik pengetahuan maupun pengalaman.(TM04)

 

Baca Juga :