Prinsip-Prinsip Motivasi dalam Belajar

Prinsip-Prinsip Motivasi dalam Belajar

Prinsip-Prinsip Motivasi dalam Belajar

Prinsip-Prinsip Motivasi dalam Belajar

Selain harus berpedoman pada prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran, kurikulum pembelajaran berbasis kompetensi juga mengamanatkan untuk berpedoman pada prinsip-prinsip motivasi belajar. Dengan berpedoman pada prinsip-prinsp motivasi belajar, pembelajaran yang dilakukan dapat menciptakan pemberlajaran yang motivasional bagi peserta didik. Pembelajaran yang motivasional yaitu pembelajaran yang dapat menggairahkan, menyenangkan, peserta didik tidak merasa tertekan, dan menjadikan peserta didik merasa butuh dengan aktivitas belajar.

Adapun prinsip-prinsip tersebut menurut Imron (2012: 147-148), sebagai berikut: (1) kebermaknaan, peserta didik akan termotivasi dalam belajar apabila merasa bahwa apa yang ia dapatkan bermakna dalam kehidupannya; (2) pengetahuan dan keterampilan prasyarat, perlu adanya pengkaitan antara pengetahuan dan kemampuan sebelumnya dengan hal-hal yang akan dipelajari; (3) model, peserta didik akan mudah memahami dan menguasai keterampilan baru apabila memberikan contoh; (4) terstruktur, peserta didik akan termotivasi apabila penyampaian materi dilakukan secara terstruktur sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa; (5) keaslian dan tugas menantang, peserta didik akan termotivasi apabila diberikan tugas yang menantang dan diminta berpikir dan bertindak secara rasional; (6) latihan yang tepat dan aktif, kegiatan KBM akan diminati peserta didik apabila latihan yang diberikan sesuai dengan kemampuan peserta didik, dan ia dilibatkan secara aktif untuk mencapai kompetensi pribadinya; (7) penilaian tugas, balikan yang diberikan oleh guru akan meningkatkan motivasi pada peserta didik; (8) kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan, otak tidak akan bekerja secara optimal ketika dalam keadaan yang tertekan; (9) keragaman pendekatan, keragaman pendekatan mengajar oleh guru dan keragaman pendekatan siswa akan mencegah dan mengurangi kebosanan; (10) mengembangkan beragam kemampuan, kemampuan siswa yang beragam maka sekolah perlu menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan kemampuan tersebut dapat berkembang; dan (11) keseimbangan pengaturan pengalaman belajar, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan refleksi.

Pengelolaan, Startegi, dan Sumber Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Agar siswa merasa antusias dalam pembelajaran maka hendaknya pembelajaran tersebut dikelolah dengan baik oleh guru. Pengelolaan kegiatan pembelajaran terdiri atas pengelolaan ruang kelas, pengelolaan siswa, dan pengelolaan poses belajar mengajar. Secara ringkas, pengelolaan kegiatan belajar mengajar berbasis kompetensi menurut Imron (2012:150) adalah sebagai berikut:

  1. Mengelola ruang kelas. Ruang kelas mudah diorkrestrasikan sehingga memungkinkan aksesbilitas (siswa mudah mengjangkau alat dan seumber belajar), interaksi (hungan timbal balik siswa-siswa dan siswa-guru), dan variasi kerja siswa (bekerja perorangan,berpasangan dan kelompok);
  2. Mengelola siswa. Guru perlu tahu bahwa kapan siswa dikelola secara perorangan, berpasangan, kelompok, atau klasikal;
  3. Mengelola kegiatan pembelajaran. Diupayakan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

Sementara itu, strategi yang sepatutnya dilakukan oleh guru dalam pembelajaran berbasis kompetensi menurut Imron (2012:150-151) meliputi:

  1. Melibatkan siswa secara aktif. Siswa perlu dilibatkan dalam pembelajaran karena aktivitas pembelajaran  selebihnya tidak hanya menjadi milik guru, melainkan milik siswa.
  2. Tidak membantu siswa terlalu dini. Dengan menundah waktu pemberian bantuan, akan menjadikan siswa berani melakukan trial and eror dalam aktivitas pembelajaran. ini sangat penting sekalai, karena keberanian memulai berarti separuh dari keberhasilan telah digapai oleh siswa.
  3. Menghargai siswa meskipun hasilnya belum memuaskan. Ini terkait dengan pandangan psikologi humanistik, bahwa belajar sesunggunya adalah proses menjadi. Sebuah kesumpurnaan hidup baru akan dicapai oleh manusi apabila pelakunya mau berproses secara tersu menerus.
  4. Memberi pekerjaan yang menantang siswa untuk berpikir dan bekerja.

Guna mengoptimalkan proses dan hasil belajar, diperlukan topangan sumber dan sarana pembelajaran. Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk pengoptimalan sumber dan sarana pembelajaran menurut Imron (2012:152) adalah sebagaimana pada gambar diagram berikut.

sumber :