Pewarisan Harta Benda, Pangkat dan Keturunan

Pewarisan Harta Benda, Pangkat dan Keturunan

            Pada masyarakat yang menetapkan sistem kekerabatan dan garis keturunan bilateral, patrilineal, atau matrilineal akan membawa konsekuensi tertentu terhadap berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakatnya. Menurut William J. Goode dalam S. Belen (1991) fungsi-fungsi kelompok dalam sistem kekerabatan dan garis keturunan adalah antara lain:

  • Berfungsi untuk memberikan perlindungan politik dan keluarga ynag tergolong dalam kelompo ini karena kelompok keturunan dapat mengumpulkan banyak orang.
  • Sebagai bank kolektif dan sebagai pemungut pajak dengan menuntut pada setiap keluarga untuk memberikan sejumlah sumbangan suatu usaha bersama yang diperlukan, misalnya untuk keperluan membiayai upacara perkawinan sampai dengan kegiatan perbersihan baru untuk ladang.
  • Mengatur upacara keagamaan dengan menetapkan beberapa kewajiban misalnya menyediakan penanggungjawab dan pelaksanaan upacara serta memberikan bantuan biaya untuk upacara tersebut.
  • Sebagai penengah pertikaian yang terjadi antar keluarga. Para sesepuh adat dan biasanya menjadi penengah dalam pertikaian itu.

     Cara pewarisan pada berbagai masyarakat atau suku bangsa yang ada di indonesia berlaku prinsip umum yaitu bahwa pewarisan harta benda, pangkat dan keturunan mengikuti sistem kekerabatan dan garis keturunan yang dianutnya.

Pemilihan Tempat Tinggal

            Ada empat cara dalam memilih tempat tinggal bagi pasangan suami-istri yang baru menjalani hidup berumah tangga atau berkeluarga, yaitu partilokal, matrilokal, bilokal dan neolokal.

            Cara memilih tempat tinggal yang menerapkan patrilokal artinya, istri mengikuti untuk pindah dan bertempat tinggal pada keluarga suami.

            Sementara yang disebut matrilokalitas, suami mengikuti pindah dan bertempat timggal pada keluarga istri. Pada masyarakat yang menganut kekerabatan dan garis keturunan matrilineal, cara memilih tempat tinggal aturan matrilokal ini yang diterapkan. Apabila suami tidak pindahdan tidak bertempat tinggal dengan keluarga istri, akan tetapi setidaknya diharapkan pindah dan bertempat tinggal dekat keluarga istri. Cara memilih tempat tinggal seperti ini disebut dengan uxorilokal (kata uxor arti nya sama dengan istri) atau uxorilokalitas.

            Sedangkan cara memilih tempat tinggal bilokal (kata bis artinya sama dengan dua) kata bilokalis, pasangan suami istri yang baru menikah bertempat tinggal pada salah satu keluarganyaentah itu keluarga suami atau keluarga istri. Akan tetapi hanya berlangsung sementara waktu saja, kemudian mereka akan pindah ke tempat tinggal mereka sendiri yang baru,

            Pada cara memilih tempat tinggal yang menerapkan neolokal (kata neo artinya sama dengan baru) atau neokalitas, pasangan suami istri pindah dan menempati tempat tinggalnya sendiri. menurut S. Belen (1991), dalam masyarakat tertentu ada bermacam-macam faktor yang melatarbelakangi cara memilih tempat tinggal mana yang dianut, antara lain:

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/