Perjalanan Abadi Manusia Dalam Islam (Part 2)

Perjalanan Abadi Manusia Dalam Islam (Part 2)

Perjalanan Abadi Manusia Dalam Islam (Part 2)

Perjalanan Abadi Manusia Dalam Islam (Part 2)
Perjalanan Abadi Manusia Dalam Islam (Part 2)

Catatan Amal

Kemudian catatan amal perbuatan manusia pun di bagikan, maka mereka menerima suatu kitab yang sebaaimana Allah berfirman : “Tidak meninggalkan sesuatu kecil dan tidak (pula) sesuatu besar, melainkania mencatat semuanya” (Q.S Al-Kahfi : 49)
Orang mukmim menerima nya dengan tangan kanan dan orang kafir menerima nya dengan tangan kiri dari belakang punggungnya.

Mizan (Neraca)

Kemudian amal perbuatan semua mahluk di timbang untuk di berikan kepada mereka balasannya, dengan timbangan yang hakiki dan teliti sekali. Neraca ini mempunyai dua piringan, menjadi berat denan amal perbuatan yang sesuai dengan syariat dan ikhlas karena Allah. Di antara yang memberatkan Neraca tersebut adalah ucapan : ” Laa ilaaha lllallah” (tidak aa tuhan yang berhak selain Allah), Akhlak yang baik dan dzikir seperti bacaan : “Alhamdulillah, Subhanallah wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” umat manusia menerima putusan sesuai kebaikan dan kejelekan mereka.

Haudh (Telaga)

Kemudian orang-orang mukmim mendatangi haudh (Telaga). Siapa yang meminum nya maka tidak akan pernah merasa haus selamanya. Setiap nabi mempunyai haudh (telag), yang paling agung adalah Haudh Nabi Muhammad Saw, Air nya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih wangi dari minyak kasturi. Bejananya dari emas dan perak, dan jumlahnya seperti bilanan bintang. Panjangnya lebih jauh dari jarak antara kota Ailah di Yordania dan Kota Aden di Yaman, air nya mengalir dari sungai al-Kautsar.

Ujian Bagi Kaum Mukminin

Pada hari akhir di padang Mahsyar, orang-orang kafir mengikuti tuhan-tuhan yang mereka sembah, lalu menghantarkan mereka ke neraka secara berbondong-bondong spserti kawanan binatang ternak, di atas laki-laki mereka atau di atas wajah-wajah mereka. Tidak ada yang tersisa keuali orang-orang mukmim dan orang munafik. Kemudian datanglah Allah kepada mereka dan berfirman: “Aoakah yang kalian tunggu” Mereka menjawab : “Kami menunggu Rabb kami” Maka mereka mengetahui-Nya ketika betis-Nya di singkap, lalu mereka bersimpuh sujud kecuali orang-orang munafik. Allah Swt berfirman : “Pada hari betis di singkapkan dan mereka di panggil untuk bersujud: maka mereka tidak kuasa” (Q.S Al-Qalam : 42)
Lalu mereka ,mengikuti Rabb mereka, Dia pun membetangkan shirath (titian) untuk mereka lewati. Orang-orang mukmim pada saat itu di beri cahaya oleh-Nya sedang cahaya orang-orang munafik di padamkan.

Shirath (Titian)

Berupa jembatan yang membentang di atas neraka Jahanam untuk di lewati oleh orang-orang mukmin menuju surga. Rasullullah menggambarkan bahwa shirath itu : (Licin dan menggelinirkan di sana terdapat kait-kait seperti duri pohon Sa’dan, lebih tipis dari rambutdan lebih tajam dari pedang)[HR.Muslim].
Di tempat inilah orang-orang mukmin di berikan cahaya sesuai amal perbuatan mereka. Yang paling tinggi dari mereka besar cahayanya seperti gunung, dan yang paling rendah cahaya nya terdapat pada ujung jempol kakinya. Cahaya itu menyinari mereka sehingga mereka melewati shirath sesuai denan amal perbuatan mereka. Ada orang mukmim yang melwatinya dengan secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat burung, ada yang secepat kuda pilihan terbaik dan secepat unta tunggangan.
“Ada yang selamat tanpa caat, ada yang tergores akan tetapi selamat, dan ada pula yang terjatuh ke dalam neraka jahannam” (Muttafaq Alaih).
Adapun orang-orang munafik, mereka tidak mendapatkan cahaya,maka mereka pun kembali, namun berdirilah pagar pembatas antara mereka dan orang-oran mukmin. Lalu mereka menyebrangi shirath, maka satu persatu dari mereka berjatuhan ke alam api neraka.

Neraka

Masuk ke dalam neraka orang-orang kafir, kemudian orang-orang mukmin yang berdosa, kemudian orang-orang munafik. Dari setiap seribu orang yang masuk adalah 999 orang.Neraka mempunyai tujuh pintu. Apinya lebih panas tujuh puluh kali dari api dunia. Tubuh orang kafir di dalam neraka menjadi besar agar merasakan pedihnya siksaan. Maka jarak antara kedua pundaknya menjadi sejauh perjalanan tiga hari, gigi gerahamnya sebesar gunung uhud, kulitnya menjadi tebal, setiap kali kulit itu hangus di ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan siksaan. Minuman mereka adalah air yang sangat panas dapat mencabik-cabik usus mereka. Makanan mereka adalah pohon Zaqqun (sejeni pohon yang tumbuh di neraka), Ghislin (darah dan nanah yang keluar dari daging penghuni neraka) dan Shadid (darah yang bercampur dengan nanah). Yang paling ringan siksaannya adalah orang yang kedua telapak kakinya beralaskan bara api sehingga otak mereka mendidih. Dalam neraka terdapat pembakaran kulit,Penghangusan, penyeretan,belenggu dan rantai. Neraka dasarnya sangat dalam sekali,sekiranya seorang anak yang baru lahir di lemparkan ke dalam nya, setelah tujuh puluh tahun baru mencapi dasar tersebut. Bahan bakarnya adalah orang-orang kafir dan batu, udaranya adalah angin yang sangat panas, naungannya adalah asap hitam yang sangat pekat, pakaiannnya api yang memakan segala sesuatu tanpa meninggalkan sisa. Ia menggeram, bergemertak dan membakar kulit hingga sampai ke tulang dan jantung.

Qantharah (Jembatan)

Rasullullah bersabda : “Orang-orang mukmin selamat dari neraka, namun mereka di tahan di atas qantharah (jembatan) antara surga dan neraka, maka ada di antara mereka di potong kebaikannya dan di berikan kepada orang lain karena kezhaliman yang pernah di lakukan nya ketika di dunia. setelah di bersihkan dan di sucikan dari itu semua, mereka pun di izinkan untuk masuk surga. Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh salah seorang dari mereka lebih mengetahui rumahnya di surga daripada rumah nya ketika masih di dunia” (HR. Al-Bukhari)

Surga

adalah tempat kediaman bagi orang-orang mukmin. Bangunanya terbuat dari perak dan emas, adukanya dari minyak kasturi, kerikilnya dari mutiara dan batu permata, dan debunya dari za’faran. Surga mempunyai delapan pintu. Setiap pintu lebarnya sejauh tiga hari perjalanan, akan tetapi pintu tersebut penuh sesak. Di surga terdapat seratus tingkatan, jarak antara satu tingkatan dan tingkatan lainnya seperti jarak antara langit dan bumi. Tingkatan yang paling tinggi adalah Firdaus. Dari Firdaus inilah mengalir sungai-sungai surga. Atap dari firdaus ini adalah Arsy Ar-Rahman. Sungai-sungai surga adalah madu, susu, khamr dan air yang mengalir tanpa henti. Orang mukmin mengalirkannya sekehendak hatinya. Buahnya tiada henti, dapat di petik dari dekat, dan mudah. Di dalam surga ada tenda berrongga yang terbuat dari mutiara, lebarnya enam puluh mil. Pada setiap sudut ada penghuninya, mereka itu mulus kulitnya, tidak berbulu, tidak berkumis, dan mata mereka seakan-akan memakai celak. Tetap terjaga kemudaan mereka, dan tidak binasa pakaian mereka. Mereka tidak buang air kecil maupun besar, dan juga tidak kotor. Sisir mereka terbuat dari emas dan keringat mereka bagaikan minyak kasturi. Bidadari surga semuanya cantik jelita, perawan, penuh cinta kasih dan umur mereka sebaya. Yang pertama kali masuk surga adalah Nabi Muhammad Saw dan para nabi. Ahli surga yang paling rendah tingakatanya adalah orang yang berangan-angan sesuatu lalu di beri sepuluh kali darinya. Pelayan surga adalah anak-anak muda yang tetap muda. Mereka bagaikan mutiara yang bertaburan. Adapun nikmat surga yang paling agung adalah melihat Allah dan keridhaan-Nya, serta keabadian.

Baca Juga: