PERBANYAKAN TANAMAN PALA

PERBANYAKAN TANAMAN PALA

PERBANYAKAN TANAMAN PALA

Umumnya tanaman pala dapat diperbanyak dengan mudah melalui tiga cara:

  • Perbanyakan dengan biji.
  • Perbanyakan dengan cangkokan
  • Perbanyakan dengan okulasi.

Perbanyakan Dengan Biji.

Perbanyakan cara ini sebenarnya kurang menguntungkan, karena tanamanbaru yang dihasilkan jarang memiliki sifat-sifat persis sama dengan induknya.Umumnya perbanyakan pala dengan biji akan menghasilkan rata-rata pohonbetina 55% , jantan 40% dan campuran 5%. Komposisi seperti ini jelas tidakakan dapat memberikan keuntungan, karenanya dalam pengusahaan pala,tanaman jantan dan campuran harus dikurangi.

Caranya dengan mengetahui ciri dari pohon jantan, betina maupun campuran. Ciri pohon betina cabangnyatumbuh mendatar/ horizontal, sedang pohon jantan cabangnya membentuksudut lancip terhadap batangnya, sedang pohon campuran adalah pohon jantan yang dapat menghasilkan bunga betina.Apabila terpaksa memperbanyak tanaman pala dengan biji, biji-biji pala yangakan dipergunakan sebagai benih harus berasal dari pohon induk yang baik,dari buah yang telah masak penuh dan segera setelah pemetikan (selambatlambatnya 24 jam penyimpanan) harus disemaikan.

Biji pala tersebut haruscukup besarnya, berbentuk agak bulat dan simetris.Pengalaman di pulau Banda menunjukkan, bahwa hasil seleksi biji yangbesar dari sekumpulan buah yang telah dipanen untuk dijadikan bibit, diambildari pohon induk yang letaknya berdekatan dengan pohon yang berbunga jantan, dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Perbanyakan Dengan Cangkokan.

Prinsipnya sama seperti mencangkok tanaman-tanaman lainnya, tanamanbaru hasil cangkokan akan memiliki sifat-sifat seperti induknya.Pelaksanaannya mudah sekali, sekaligus memanfaatkan cabang-cabangtanaman yang kurang produktif tetapi memungkinkan untuk di cangkok.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih cabang yang akandicangkok

  • Harus berasal dari pohon induk yang pertumbuhannya baik, rimbun, bebasdari hama dan penyakit, serta produktif.
  • Umur pohon berkisar antara 12 -15 th.
  • Cabang harus yang sudah berkayu, tetapi tidak terlalu tua atau muda

Mencangkok sebaiknya dilakukan pada musim hujan, akan tetapi musimkemarau tidaklah merupakan hambatan, asalkan dilakukan penyiraman yangteratur. Cara lain untuk mengatasinya adalah dengan meletakan kalengbekas yang diberi lubang halus, kemudian diisi air dan diikat/digantungkantepat di atas cangkokan.Akar hasil cangkokan akan muncul setelah satu bulan, mula-mula berwarnaputih kemudian akan berubah warna menjadi coklat tua pertanda akarnyasudah kuat dan siap dipindahkan ke pertanaman. Apabila pencangkokandilakukan dengan baik, maka tanaman hasil cangkokan akan cepattumbuhnya dan tahan terhadap perubahan lingkungan setelah dipindahkanke kebun.

Baca juga: Cara Mengawinkan Ikan Cupang

Perbanyakan Dengan Okulasi.

Perbanyakan cara ini bukan saja akan mempercepat masa produksi, tetapidapat pula mengurangi persentase pohon jantan yang muncul. Untuk batangbawah digunakan jenis pala Myristica
sucedona BL, sedangkan untuk cabangentrys (mata tunas) diambil dari cabang pohon yang berproduksi tinggimisalnya Myristica fragrans Houtt.

Syarat-syarat okulasi:

  • Besar calon batang atas dan batang bawah (under stump) jangan jauhberbeda.
  • Umur batang bawah minimal 1 tahun.
  • Mata tunas (entrys) diambil dari cabang yang lurus, dari pohon yang telah berproduksi.
  • Satu atau dua minggu sebelum pengambilan cabang entrys, sebagian daunnya dipangkas untuk merangsang pertumbuhan mata tunas.
  • Pisau okulasi harus tajam dan bersih.