PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA

PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA

Penyalahgunaan narkoba umumnya terjadi pada kaum remaja yang tinggal di perkotaan. Mereka biasanya mempunyai sifat kosmopolit, relatif tidak cepat menikah karena harus menempuh masa belajar hingga jenjang universitas, bahkan hingga memperoleh pekerjaan dianggap layak. Pada masa itulah mereka hidup dalam pancaroba; antara kanak-kanak dan kedewasaan, baik fisik, mental, maupun sosio-kulturalnya. Ia hidup antara kebebasan dan ketergantungan kepada orang tuanya; mereka ada dalam pembentukan nilai-nilainya sendiri serta sikapnya, baik sikap keagamaan, maupun sikap kultural dan sosialnya. Remaja sedang mencari identitas sikapnya terhadap lingkungan dan sesamanya. Dalam kondisi yang serba mendua itulah seringkali remaja tergelincir ke jalur kenakalan, yang disebut juvenile delinquency. Pada masa itu banyak remaja yang melakukan kenakalan, pelanggaran hukum, bahkan tindak kriminal. Motivasinya ialah karena ingin mendapatkan perhatian “status sosial”, dan penghargaan atas eksistensi dirinya.

Dengan kata lain, kenakalan remaja merupakan bentuk pernyataan eksistensi diri di tengah-tengah lingkungan dan masyarakatnya, bukan kenakalan semata. Salah satu penyimpangan perilaku ini adalah perilaku seksual. Sementara salah satu bentuk pelanggaran hukum ialah meminum minuman keras, obat terlarang hingga ganja dan zat adiktif lainnya.

Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :

  1. Faktor individual

line-height: 150%;”>Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA :

  1. Cenderung memberontak
  2. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
  3. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
  4. Kurang percaya diri
  5. Mudah kecewa, agresif dan destruktif
  6. Murung, pemalu, pendiam
  7. Merasa bosan dan jenuh
  8. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
  9. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
  10. Identitas diri kabur
  11. Kemampuan komunikasi yang rendah
  12. Putus sekolah
  13. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.

sumber :