Penjelasan Rukhshah

Penjelasan Rukhshah

Penjelasan Rukhshah

Penjelasan Rukhshah
Penjelasan Rukhshah

a. pengertian Rukhshah

Secara etimologi rukhshah berarti kemudahan, kelapangan, dan kemurahan. Secara terminologi Imam Al Baidhawi menyatakan yaitu hukum yang ditetapkan berbeda dengan dalil, karena adanya uzur. Jadi Rukhshsah adalah keriranganan dan kelapangan yang diberikan kepada seorang mukallaf dalam melakukan perintah dan menjauhi larangan.

b.Macam-macam rukhshah

1. Dari segi bentuk hukum asalnya
· Rukhshah melakukan adalah keringanan dalam melaksanakan suatu perbuatan yang menurut asalnya harus ditinggalkan. Contoh: memakan daging babi dalam keadaan terpaksa. (Al Baqarah:173)
· Rukhshah meninggalkan adalah keringanan untuk meninggalkan perbuatan yang menurut hukum ‘azimahnya adalah wajib atau sunnah. Contoh: kebolehan meninggalkan puasa Ramadhan bagi orang sakit atau dalam perjalanan (Al Baqarah:184).
2.Dari segi bentuk keringanan yang diberikan
· Keringanan dalam bentuk menggugurkan kewajiban, seperti bolehnya meninggalkan shalat jum’at, haji, umrah, dan jihad dalam keadaan udzur.
· Keringanan dalam bentuk mengurangi kewajiban, seperti mengqashar shalat empat raka’at menjadi dua raka’at bagi orang yang berada dalam perjalanan jauh.
· Keringanan dalam bentuk mengganti kewajiban, seperti menggantikan kewajiban berdiri dalam shalat dengan duduk, berbaring atau isyarat dalam keadaan tidak mampu.
· Keringanan dalam bentuk penangguhan pelaksanaan kewajiban, seperti menangguhkan shalat zhuhur ke waktu ashar pada jama’ ta’khir karena dalam perjalanan jauh.
· Keringanan dalam bentuk mendahulukan pelaksanaan kewajiban, seperti mendahulukan shalat ‘ashar pada waktu zhuhur dalam jama’ taqdim dalam perjalanan jauh.
· Keringanan dalam bentuk mengubah kewajiban, seperti pelaksanaan shalat khauf (shalat dalam perang).
· Keringanan dalam bentuk membolehkan mengerjakan perbuatan haram dan meninggalkan wajib karena udzur, seperti memakan daging babi saat keadaan darurat.

c.Hukum menggunakan Rukhshah

Pada dasarnya rukhshah itu adalah pembebasan seorang mukallaf dari melakukan tuntutan hukum ‘azimah dalam keadaan darurat, jadi dengan sendirinya hukumnya boleh. Menurut jumhur ulama menggunakan rukhshsah tergantung pada bentuk udzur yang menyebabkan adanya rukhshah itu. Jadi hukum rukhshah bisa menjadi wajib seperti dalam keadaan darurat memakan daging babi, sedangkan jika tidak menggunakan rukhshah akan dikhawatirkan dapat mencelakakan dirinya. Bisa juga menjadi sunnah seperti berbuka puasa Ramadhan bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan.

Baca Juga: