PENGOLAHAN PALA DAN FULI

PENGOLAHAN PALA DAN FULI

PENGOLAHAN PALA DAN FULI

PENGOLAHAN PALA DAN FULI

1. Pemisahan biji dari daging buah.

2. Pelepasan fuli dari bijinya yang dilakukan dengan hati-hati, dari ujung kearah pangkal, agar diperoleh fuli yang utuh sehingga bermutu tinggi.

3. Pengeringan antara pala dan fuli dilakukan secara terpisah.- Pengeringan biji tidak boleh melebihi suhu 45ºC, karena akan diperoleh bijipala yang berkualitas rendah disebabkan mencairnya kandungan lemak, bijikeriput dan berbentuk remah dan aroma biji akan banyak berkurang.- Pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran atau pengasapan.- Pengasapan dilakukan dirumah asap, pada suhu ruangan 35º – 40º C,dilakukan terus menerus selama 10 – 15 hari sampai kadar air biji menjadi 8-10%- Pengeringan fuli lebih sederhana, full disebar di atas tampi/nyiru dan di jemur dibawah sinar matahari sampai kadar airnya menjadi 10 -12%

4. Pemisahan biji pala dari cangkangnya.Penyimpanan biji pala kering biasanya masih bercangkang (untukmelindungi dari hama dan penyakit). Cangkang ini dapat dipecah denganmesin pemecah pala atau dipukul dengan pemukul kayu, luka pada biji akanmenurunkan Kualitasnya.

5. Fumigasi (pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan gasracun). Untuk biji pala dilakukan 2 kali, yaitu setelah biji dipisahkan daricangkangnya dan setelah pengepakan dalam karung menjelang dieksport.Untuk fuli juga difumigasi 2 kali, yaitu sebelum dilakukan sortasi dansetelah pengepakan menjelang dieksport.

6. Sortasi. Sortasi biji pala dilakukan menurut: ukuran, warna, keriput/tidak, pecan-basah-lubang/tidak. Pada garis besarnya dibedakan 3 kwalitas biji pala, yangmasing-masing dapat dipisahkan atas beberapa sub kualitas.Kualitas I terkenal dengan kualitas ABCD, berasal dari buah petik yang cukuptua dan permukaan biji licin.Kualitas II atau rimple atau SS, permukaan bijinya berkeriput karena berasaldari buah yang belum cukup tua atau karena mengalami pemanasan lebihdari 45º C.Kualitas III atau BWP (Broken, Warmy, Punky) berasal dari buah yang kurangtua yang dipungut dari tanah, buah yang kurang tua atau buah yangmengalami kerusakan dalam pengolahan.

Kualitas ABCD

masih dapat dipisahkan atas sub kualitas A, B, C dan Ddengan menggunakan saringan kayu yang mempunyai lubang dengandiameter tertentu. Kualitas rimple/SS, berdasarkan besar kecilnya masihdapat dipisahkan atas sub kualitas R/A dan R/E. Sedang kualitas BWP dapatdibagi atas sub kualitas BWP I dan BWP II.Sortasi biji pala ini dilakukan dengan tangan, dan untuk memperbaiki kualitasumumnya dilakukan berulang kali. Sortasi fuli, dilakukan denganmenggunakan ayakan kawat dan pemilihan dengan tangan. Setelah fulidijemur dan mengalami proses fumigasi I, kemudian disortir menjadi 2 kualitas yakni Gruis I dan Gruis II. Ke dua kualitas ini kemudian disortir lagisesuai permintaan pasar internasional menjadi sub kualitas Gruis I/Amerika,Gruis II/Amerika, Gruis I/Eropa dan Gruis II/Eropa. Selanjutnya masing-masing sub kualitas dimasukkan dalam mesin pemotong mekanis, yangnantinya akan dihasilkan fuli remah (broken). Proses selanjutnya adalahmembersihkan, menapis, mengajak, menghembus full pada waktu jatuh dariayakan sehingga diperoleh fuli siap untuk di bungkus.

PENGOLAHAN MINYAK PALA

Biji pala mengandung minyak lemak (fixed oil) sebanyak 25 – 40 % minyaklemak ini dapat diperoleh dengan cara menggiling dan memeras biji palatersebut. Apabila minyak lemak tidak dikeluarkan lebih dahulu, padapenyulingan akan ikut tersuling dan akan sulit di pisahkan dari minyakpalanya.Setelah biji pala digiling kemudian dimasukkan bejana, dan dilakukanpenyulingan selama +10 – 30 jam.

Setelah disaring, minyak ditampung kedalam botol penampung yang digunakan untuk memisahkan air dari minyak,rendemen minyak yang diperoleh berkisar antara 7-16 %. Minyak pala berupacairan yang hampir tidak berwarna/kuning muda, dengan bau khas pala,apabila disimpan akan menyerap oksigen dan menjadi kental. Minyak pala inidieksport ke Singapura, Perancis, Inggris, Nederland dan Amerika Serikat.Standar mutu minyak pala:- Deskripsi : minyak pala adalah minyak yang diperoleh dari penyulingan biji-biji buah tanaman Myristica fragrans Houtt.

Jenis mutu : minyak pala digolongkan dalam satu jenis mutu.

Syarat mutu
Karakteristik Syarat –Bobot jenis pada 25ºC 0,847 – 0,919 –Index bias pada 25ºC 1,474 -1,497 –Putaran optik pada 25º C +10º – 30º –Kelarutan dalam etanol 90% 1-1 jernih, seterusnya jernih. suhu 25º – 30º –Sisa penguapan contoh 4,8 gr 2,5% sampai 5,2 gr, maks.- Zat-zat asinga. Minyak pelican negatif b. Minyak terpentin negatif c. Minyak lemak negatif d. Alkohol tambahan negative
PENGOLAHAN PALA DESTILASI (destining nutmeg)

Pengolahan pala destilasi sangat sederhana sekali, yakni buah pala yangmasih muda (berumur 2 – 5 bulan) dipetik, dilepaskan daging buahnya,kemudian bijinya dijemur dipanas matahari selama 2 – 3 hari, kemudiandisortir menurut mutunya.Cars lainnya adalah dikeringkan di atas tungku api (diasap) selama +2 hari.Di pasaran dunia terdapat 2 mutu pala destilasi yaitu :- Mutu I kode AZWI.- Mutu II kode ETEZ.Spesifikasi:- Deskripsi : pala destilasi adalah biji pala yang berasal dari buah tanaman
Myristice fragrans
Houtt yang dipetik muda.- Jenis mutu : ada 2 jenis mutu yaitu, Mutu I (AZWI), buah pala tanpa batokyang dikeringkan, umumnya berasal dari buah muda berumur 2 – 2,5 bulan.
Mutu II (ETEZ), buah pala yang dikeringkan, umumnya berasal dari buahmuda berumur 2 – 5 bulan.- Syarat mutu Syarat Karakteristik Mutu I Mutu II

  • Kadar air, % (bobot/bobot) males. 14,0 14,0
  • Kadar minyak atsiri, (bobot/bobot) min.% 7,5 4
  • Kadar minyak non atsiri, (bobot/bobot) males.% 10 12
  • Benda asing, % (bobot/bobot) maks. 0,5 0,5

Baca juga: