Pengertian Supervisi Pembelajaran Non Tematis

Pengertian Supervisi Pembelajaran Non Tematis

Supervisi pembelajaran non tematis adalah usaha pembinaan yang dilakukan oleh supervisor untuk membantu guru mata pelajaran selain tematis dalam mengembangkan kemampuan mengajarnya agar tercapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam supervisi pembelajaran ini tujuannya bukan menyalahkan guru ketika tujuan pembelajaran tidak tercapai, namun membantu guru mengembangkan kemampuan dalam pembelajaran non tematis. Proses supervisi pembelajaran non tematis ini bermaksud untuk membina guru dalam melaksanaan pembelajaran non tematis. Disini guru sebagai seorang fasilitator dalam proses pembelajaran. Agar supervisi ini berhasil maka guru perlu mendapat pembinaan (supervisi) secara teratur dan berencana.

Prinsip Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Dalam melakukan pembelajaran, guru diharapkan dapat menkondisikan kelas sebaik mungkin agar pembelajaran yang dilakukan dapat tersampaikan dengan optimal kepada para siswa.dalam pelaksanannya, pembelajaran berbasis kompetensi dapat menjadi salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran. Terdapat sejumlah prinsip pembelajaran berbasis kompetensi yang dapat menjadi pedomanbagi guru dalam mengajar, yaitu:

  1. Berpusat pada siswa (Student centered learning), KBM mengkondisikan agar siswa yang belajar dapat sesuai dengan bakat, minat kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh siswa.
  2. Belajar dengan melakuakan (Learned by doing) pembelajaran hendaknya memberikan pengalaman nayat sehari-hari, terkait penerapan konsep, dan prinsip disiplin ilmu yang dipelajari.
  3. Mengembangkan kemampuan sosial atau memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengungkapkan gagasannya kepada siswa lain dan guru.
  4. Mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah bertuhan, yang pertama sebagai modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri, dan kreatif, lalu yang kedua sebagai modal dasar untuk bertakwa kepada Tuhan.
  5. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah karena keberhasilan hidup banyak ditentukan oleh kemampuan untuk memecahkan masalah.
  6. Mengembangkan kreativitas siswa, PBM memberi kesempatan dan kebebasan kepada siwa untuk berkarya secara bersinambung.
  7. Membangun kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh informasi dari berbagai media.
  8. Menumbuhkembangkan kesadaran warga negara yang baik.
  9. Belajar sepanjang hayat. KBM perlu mendorong siswa utnuk melihat dirinya secara positif, mengenali diri sendiri,dan orang lain serta mendorong dirinya untuk terus belajar sepanjang hayat.
  10. Perpaduan kompetensi, kerja sama, dan solidaritas. (Imron, 2012:146-147)

sumber :

REDDEN v1.35 Apk for android