Pengertian Stress dan Adaptasi

 Pengertian Stress dan Adaptasi

  1. Pengertian Stress

            Pengertian stres secara umum yaitu perasaan tertekan, cemas dan tegang.  Sedangkan menurut para ahli adalah :

  1. Menurut Selye ( 1976 ) Stres adalah segala situasi di mana tuntunan non-spesifik mengharuskan seorang individu untuk merespon atau melakukan tindakan. Respon atau tindakan ini termasuk respon fisiologis dan psikologis.
  2. Menurut Robbins ( 2001 ) dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan.
  3. Menurut Woolfolk dan Richardson ( 1979 ) suatu persepsi ancaman atau dari suatu bayangan dan adanya ketidak senangan yang menggerakkan/membuat aktif organisme.
  4. Menurut Handoko ( 1997 )suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi proses berfikir dan kondisi seseorang.

        Berbagai pandangan manusia mengenai stres menghasilkan pengertian yang berbeda-beda tentang stres itu sendiri. Stres hanyalah sekedar gangguan sistem syaraf yang menyebabkan tubuh berkeringat, tangan menggenggam, jantung berdetak kencang,dan  wajah memerah. Paham Realistik memandang stress sebagai suatu fenomena jiwa yang terpisah dengan jasmani atau tubuh manusia atau fenomena tubuh belaka tanpa ada hubungan dengan kejiwaan. Sedangkan Paham Idealis menganggap stres adalah murni fenomena jiwa. Hal ini membuat kita sulit untuk menjelaskan kenapa jika fenomena stres hanyalah fenomena jiwa namun memberikan dampak pada fisik seseorang seperti dada yang berdebar-debar, keringat, dan sebagainya.

         Tak seorang pun dapat menghindari stres karena untuk menghilangkannya berarti akan menghancurkan hidupnya sendiri ( Hans Selye, 1978 ). Stres merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan. Pendekatan ini telah dibatasi sebagai “model psikologi”. Model psikologi ini menggambarkan stress sebagai suatu proses yang meliputi stresor dan ketegangan ( strain ). Interaksi antara individu dengan lingkungannya yang saling mempengaruhi itu dinamakan dengan interaksi transaksional yang di dalamnya terdapat proses penyesuaian. Stres bukan hanya stimulus atau respon tetapi juga agen aktif yang dapat mempengaruhi stresor melalui strategi prilaku, kognitif dan emosional.

  1. Pengertian Adaptasi

            Adaptasi adalah penyesuaian diri terhadap suatu penilaian. Dalam hal ini respon individu terhadap suatu perubahan yang ada dilingkungan yang dapat mempengaruhi keutuhan tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis dalam perilaku adaptip. Hasil dari perilaku ini dapat berupa usaha untuk mempertahankan keseimbangan dari suatu keadaan agar dapat kembali pada keadaan normal, namun setiap orang akan berbeda dalam perilaku adaptipnya ada yang dapat berjalan dengan cepat namun ada pula yang memerlukan waktu lama tergantung dari kematangan mental orang itu tersebut. Dan dengan kata lain Adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap beban lingkungan agar organisme dapat bertahan hidup.

2.2 Penggolongan Stress

Apabila ditinjau dari penyebab stress, menurut Sri Kusmiati dan Desminiarti (1990), dapat digolongkan sebagai berikut:

  1. Stress Fisik : Disebabkan oleh adanya suhu atau temperatur yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, suara amat bising, sinar yang terlalu terang atau tersengat arus listrik.
  2. Stress Kimiawi : Disebabkan oleh asam basa kuat, obat-obatan, zat beracun, hormon atau gas.
  3. Stress Mikrobiologik :Disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang dapat menimbulkan penyakit.
  4. Stress Fisiologik : Disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan, organ atau sistemik sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal.
  5. Stress Proses Pertumbuhan dan Perkembangan: Disebabkan oleh gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi hingga tua.
  6. Stress Psikis atau Emosional : Disebabkan oleh gangguan hubungan interpersonal, sosial, budaya atau keagamaan.

            Sedangkan menurut Brench Grand (2000), stress ditinjau dari penyebabnya hanya dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Penyebab Makro : Menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan, seperti: kematian, perceraian, pensiun, luka batin dan kebangkrutan.
  2. Penyebab Mikro : Menyangkut peristiwa kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti: pertengkaran rumah tangga, beban pekerjaan, masalah apa yang akan dimakan dan ant

Sumber :

https://littlehorribles.com/