Pengertian Penginderaan Jauh

penginderaan Jauh

Pengertian Penginderaan Jauh

penginderaan Jauh

Penginderaan jauh merupakan sebagai ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau gejala dengan jalan menggunakan data yang diperoleh dengan menggunakan sautu alat tanpa kontak secara langsung terhadap objek daerah atau gejala yang dikaji.

Sedangkan menurut Kawamuna (2017) menyatakan penginderaan jauh didefiniskan sebagai ilmu dan teknologi yang berhubungan dengan objek yang dikukur, didentifikasikan atau dianalisis karakteristiknya tanpa kontak langsung dengan objek yang dikaji.


Interpretasi Citra


Kawamuna (2017) menyatakan interpretasi citra adalah perubuatan mengkaji foto udara dan citra dengan maksud untuk mengindektifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut.

Ada tiga rangkaian kegiatan yang diperlukan dalam pengenalan objek yang tergambar pada citra, yaitu :

  1. Deteksi merupakan pengamtan adanya suatu objek, misalnya pada gambaran sungai terdapat objek yang bukan air.
  2. Identifikasi merupakan upaya yang mencirikan objek yang telah didekteksi dengan menggunakan keterangan yang cukup.
  3. Analisis merupakan pengumpulan keterangan lebih lanjut.

Pengenalan objek merupakan bagian paling vital dalam interprestasi citra. Foto udara sebagai citra tertua di dalam penginderaan jauh memiliki unsur interprestasi yang paling lengkap dibandingkan unsur interpretasi pada citra laiinnya (Kawamuna, 2017). Interpretasi citra terdiri dari: Rona dan warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, banyangan, situs, dan asosiasi.

Interpretasi citra merupakan serangkaian kegiatan identifikasi, pengukuran penterjemah data-data pada sebuah atau serangkaian data penginderaan jauh untuk memperoleh informasi yang bermakna. Sebuah data penginderaan jauh dapat diturunkan banyak informasi dari serangkaian proses interpretasi citra ini.

Dalam proses interpretasi, objek diidentifikasi berdasarkan pada karakteristik yaitu : tareget dapat berupa titik, garis ataupun area dan terget harus dapat dibedakan dengan objek lainnya (Kawamuna, 2017).

Koreksi Citra dan Koreksi Geometrik

Proses awal data citra atau pemulihan citra yang dilaksanakan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan akibat dari citra sendiri, yang dirancang relatif sederhana, sementara kondisi sebenarnya sangat kompleks. Citra dibilang kompleks akibat dari resolusi spasial, resolusi spektral, resolusi temporal, resolusi radiometrik dan lain-lain. Tahap awal dari proses data citra yaitu perbaikan citra.

Maksud dari perbaikan citra adalah (Kawamuna, 2017):

  1. Mengembalikan citra dengan keadaan sebenarnya terhadap distorsi, degradasi, dan noise (gangguan).
  2. Memperkecil masalah kenampakan.
  3. Menyesuaikan kenampakan dengan tujuan penggunaan citra.

Koreksi geometrik merupakan proses memposisikan citra sehingga cocok dengan koordinat peta dunia yang sesungguhnya. Posisi geografis citra pada saat pengambilan data dapat menimbulkan distorsi karena perubahan posisi dan juga ketinggian sensor.

Dalam akuisisi citra satelit, distorsi akan bertambah seiring dengan perbedaan waktu pembuatan peta dan akuisi citra kualitas dari peta dasar yang kurang baik. Akibat dari kesalahan geometrik ini, maka posisi piksel dari citra satelit tersebut tidak sesuai dengan posisi yang sebenarnya (Kawamuna, 2017).

 

 

Sumber: https://galleta.co.id/penjelasan-whatsapp-soal-gif-pornografi/