Pengertian Hipoglikemia

Pengertian Hipoglikemia

              Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah Istilah hepoglikemia digunakan bila kadar gula darah bayi secara bermakna dibawah kadar rata-rata. Dikatakan hepoglikemia bila kadar glukosa darah kurang dari 30 mg/dl pada semua neonatus tanpa menilai masa gestasi atau ada tidaknya gejala hepoglikemia. Umumnya hepoglikemia terjadi pada neonatus umur 1 – 2 jam. Hal ini disebabkan oleh karena bayi tidak mendapatkan lagi glukosa dari ibu, sedangkan insulin plasma masih tinggi dengan kadar glukosa darah yang menurun.

              Hipoglikemia (hypo+glic+emia) merupakan konsentrasi glukosa dalam darah berkurangnya secara abnormal yang dapat menimbulkan gemetaran, keringat dan sakit kepala apabila kronik dan berat,dapat menyebabkan manifestasisusunan saraf pusat (KamusKedokteran Dorland:2000).

Hipoglikemia neonatorum adalah masalah pada bayi dengan kadarglukosa darah kurang dari 40 -45mg/dl (Sudarti & Khoerunnisa,Endang : 2010)

Keadaan dimana bila kadar gula darah bayi di bawah kadar rata-rata bayi seusia & berat badan aterm (2500 gr atau lebih)< 30mg/dl dlm 72 jam pertama, &< 40mg/dl pada hari berikutnya.

Nilai kadar glukose darah/plasma atau serum untuk diagnosis Hipoglikemia pada berbagai kelompok umur anak :

Kelompok Umur Glokuse <mg/dl Darah Plasma/serum
Bayi/anak

Neonatus

* BBLR/KMK

* BCB

0 – 3 hr

3 hr

<40 mg/100 ml

<20 mg/100 ml

<30 mg/100 ml

<40 mg/100 ml

<45 mg/100 ml

<25 mg/100 ml

<35 mg/100 ml

<45 mg/100 ml

     Hipoglikemia pada neonates :

  1. Untuk setiap neonatus manapun, kadar glukosa <40-45mg/dL dianggap tidak normal
  2. Menurut WHO hipoglikemi adalah bila kadar glukosa/gula darah <47 mg/dL
  3. Gejala sering tidak jelas/asimptomatik, semua tenaga kesehatan perlu mewaspadai kemungkinan adanya hipoglikemia
  4. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah konsekuensi yang serius
  5. Frekuensi Hipoglikemia

              Di Indonesia masih belum ada data, secara umum insidens hipoglikemia pada bayi baru lahir berkisar antara 1-5 per 1000 kelahiran hidup. Pada bayi yang lahir dari ibu diabetes 8%-25%, pada bayi preterm 15% ,secara umum pada bayi risiko tinggi 30% terjadi hipoglikemia.

              Frekuensi hipoglikemia pada bayi/neonates belum diketahui pasti.Namun di amerika dilaporkan sekitar 14.000 bayi menderita hipoglikemia. Gutberlet dan Cornblath melaporkan frekuensi hipoglikemia 4,4 per 1000 BBLR. Hanya 200-240 penderita hipoglikemia persisten maupun intermitten setiap tahunnya yang masuk rumah sakit.Angka ini berdasarkan observasi bahwa penderita hipoglikemia berjumlah 23 per 1000 anak yang masuk rumah sakit, sedangkan anak yang dirawat berjumlah 80.000 pertahun.

EtiologiHipoglikemia

              Hipoglikemia dapat disebabkan oleh berbagai kelainan mekanisme control pada metabolism glucose, antara lain : inborn erors of metabolism, perubahan keseimbangan endokrin dan pengaruh obat-obatan maupun toksin.

               Hipoglikemia biasanya terjadi jika seorang bayi pada saat dilahirkan memiliki cadangan glukosa yang rendah (yang disimpan dalam bentuk glikogen).Penyebab lainnya adalah:

  1. Prematuritas
  2. Post-maturitas
  3. Kelainan fungsi plasenta (ari-ari) selama bayi berada dalam kandungan.

              Hipoglikemia juga bisa terjadi pada bayi yang memiliki kadar insulin tinggi.Bayi yang ibunya menderita diabetes seringkali memiliki kadar insulin yang tinggi karena ibunya memiliki kadar gula darah yang tinggi; sejumlah besar gula darah ini melewati plasenta dan sampai ke janin selama masa kehamilan. Akibatnya, janin menghasilkan sejumlah besar insulin.Peningkatan kadar insulin juga ditemukan pada bayi yang menderita penyakit hemolitik berat.

              Kadar insulin yang tinggi menyebabkan kadar gula darah menurun dengan cepat pada jam-jam pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan, dimana aliran gula dari plasenta secara tiba-tiba terhenti.

Hipoglikemia pada neonates biasa disebabkan oleh penyebab-penyebab di atas, namun bila hipoglikemia neonates tadi berulang/menetap, dapat dipikirkan penyebab sebagai berikut :

1)  Hormon Excess-hyperinsulinsm

  1. Exomphalos, macroglossia, gigantism syndrome of beckwith wiedemann
  2. “infant giants”
  3. Kelainan patologik sel beta

2)  Defisiensi hormonal aplasia atau hypoplasia kelenjar hipofise dengan defisiensi hormone multipel

3)  Defek metabolism karbohidrat heriditer

4)  Defek metabolism asam amino herediter

 

Baca juga: