Pengertian Etika Individu, Etika bersama, Manusia dan lingkungan

Pengertian Etika Individu, Etika bersama, Manusia dan lingkungan

Pengertian Etika Individu, Etika bersama, Manusia dan lingkungan

Pengertian Etika Individu, Etika bersama, Manusia dan lingkungan
Pengertian Etika Individu, Etika bersama, Manusia dan lingkungan

Etika Individu

Sebagai seorang masyarakat yang dijamin untuk bebas dari tekanan-tekanan, bebas dari ketakutan, bebas menyatakan pendapat, dan memiliki hak-hak asasi lainnya. Masyarakat sebagai individu juga dijamin keberadaannya untuk dipilih dan menentukan hak pilihnya dalam menentukan kehidupan bermasyarakatnya.

Etika bersama

Keberadaan dari suatu industri memerlukan ahan mentah, proses pembuatan, pemasaran dan pembuangan limbah dapat merupakan bagian yang dapat menyebabkan suatu pencemaran. Hal ini dapat saja dicegah dalam mengurangi akibat tersebut dengan suatu kebujakan yang dilakuakn bersama. Industri dapat menjadi suatu yang dapat mengotorkan lingkungan karena semua industri menggunakan energi dan sumber daya alam. Dan dalam proses suatu pabrik sisa-sisa sampah yang menjadi hasil sampingan yang dihasilkan sebagaimana dinyatakan oleh hukum termodinamika kedua tentang energi dan panas yang dihasilkan.

Sebagai contoh industri yang membuat makanan menggunakan energi dalam mempersiapkan makanan jadi yang dibuat. Banyak energi hilang menjadi panas limbah. Tambahan lain, asap dan bau-bauan yang dihasilkan dilepaskan keatmosfera. Akhirnya, tulang, lemak dan makanan yang tidak berwarna dapat menjadi material yang tidak terpakai yang harus dibuang pula.
Harga dan nilai dari pengendalian limbah dapat menjadi sangat penting dalam nilai kerjasama yang menguntungkan. Badan hukum dapat merupakan jaminan saling menguntungkan, yang berarti tidak akan merugikan satu pihak yang lain. kerjasama tidak mempunyai etika, hanya orang-orang yang membuat kerjasama akan menampilkan suatu etika yang baik. Kebanyakan orang akan menetapkan suatu pencemaran tidak etis dan amoral, tetapi pada suatu badan hukum adalah merupakan salah satu dari faktor-faktor yang dapat ditunjukan sebagai ‘profitability’.

Manusia dan lingkungan

Keberadaan manusia sebagai makhluk hidup diatas permukaan bumi sangat dominan, yang akan mempengaruhi sikap, manusia untuk mendapatkan segala kebutuhan kehidupannya terhadap sumber daya alam. Kadang manusia sangat eksploitatif dan eksklusif antroposentrik dimana dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia diatas segalanya dan ingin mengusahakannya dalam jangka waktu yang secepat mungkin. Meskipun sistem dalam alam mempunyai daya homoestatis dan kelantingan, tetapi eksploitasi yang berlebih-lebihan akan merusak keseimbangan yang seharusnya selalu ada. Hal ini akan merugikan manusia itu sendiri dimasa yang akan datang untuk kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan generasi yang akan datang.

Kesadaran dan sikap manusia terhadap lingkungan perlu untuk selalu dimonitir melewati berbagai cara seperti keyakinan akan ajaran agama, yang selalu mengajarkan sikap yang transendental, yang menggaris bawahi keharusan bagi manusia untuk bersikap dan tanggung jawab juga bagi generasi penerusnya. Sumber daya alam berupa keanekaragaman, sumber materi, energi, ruang dan waktu, dengan segala manifestasinya yang berupa genetis, fisiologis dan psikologis perlu dilestarikan daya dukungnya dalam alam.

Baca Juga: