Pengertian Anatomi dan Fisiologi

Pengertian Anatomi dan Fisiologi

Pengertian Anatomi dan Fisiologi

 

Pengertian Anatomi dan Fisiologi

 

PENGERTIAN ANATOMI DAN FISIOLOGI

Berasal dari bahasa latin, yaitu:

• Anatomi
1. Ana =bagian, memisahkan
2. Tomi (tomie) = Tomneinei = iris, potong

• Fisiologi
1. Fisis (Phisys) = alam atau cara kerja
2. Logos (logi) = ilmu pengetahuan
Anatomi dan fisiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan atau potongan tubuh dan bagaimana alat tubuh itu bekerja.

SIKAP ANATOMI

Suatu keadaan dimana tubuh berdiri tegak dengan posisi:
1. Tungkai (lengan dan kaki) lurus ke bawah dengan telapak tangan mengadap ke depan
2. Jari-jari tangan lurus terbuka
3. Kepala tegak menghadap ke depan

Istilah Letak/ Sikap Anatomi
• Superior = Bagian atas
• Inferior = Bagian bawah
• Anterior = Bagian depan
• Posterior = Bagian belakang
• Internal = Bagian dalam
• External = Bagian luar
• Dekstra = Bagian kanan
• Sinistra = Bagian kiri
• Lateral = Bagian samping
• Medial = Bagian tengah
• Sentral = Bagian pusat
• Perifer = Bagian tepi
• Profunda = Dalam
• Superfisial = Dangkal
• Asendens = Bagian yang naik
• Desendens = Bagian yang turun
• Kranial = Bagian kepala
• Kaudal = Bagian ekor
• Ventral = Bagian depan ruas tulang belakang
• Dorsal = Bagian belakang ruas tulang belakang
• Pariental = Selaput bagian dalam
• Viseral = Selaput bagian luar
• Tranversal = Melintang
• Longitudinal = Membujur

Arah-arah Gerakan
• Fleksio = Membengkokkan/ melipat sendi
• Ekstensio = Meluruskan kembali sendi
• Abduksio = Gerakan menjauhi badan
• Abduksi = Gerakan mendekati badan
• Rotasio = Gerakan memutar sendi
• Sirkumduksio = Gerakan sirkular atau pergerakan gabungan fleksi, ekstensio, abduksio dan adduksio

Istilah Lain
• Proksimal = Mendekati batang tubuh
• Distal = Menjauhi batang tubuh
• Palmar = Ke arah palmaris manus (anggota gerak atas)
• Plantar = ke arah plantar pedis (anggota gerak bawah)
• Ulnar = Ke arah ulna (tulang hasta)
• Radial = Ke arah radius (tulang pengumpil)
• Tibial = Ke arah tibia (tulang kering)
• Fibular = Ke arah fibula (tulang betis)

CAIRAN TUBUH

Pengertian
Air beserta unsur-unsur di dalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel disebut cairan tubuh (60% dari berat badan), cairan ini sebagian berada di luar sel (ekstra selular) dan sebagian lagi di dalam sel (intra selular).
Cairan tubuh terdiri dari:
1. Cairan ekstra sel : 20%
1. Cairan interstisial = 15%
Merupakan medium di tengah-tengah sel hidup, sel menerima garam, makanan serta oksigen dan melepaskan semua hasil buangannya ke dalam caira itu juga.
2. Plasma darah = 5%
Merupakan sistem transport yang melayani semua sel melalui medium cairan ekstraselular
2. Cairan intra sel : 60%
Mengandung elektrolit, kalium, fosfat dan bahan makanan seperti glukosa dan asam amino.
Kerja enzim dalam sel adalah konstan memecahkan dan membangun kembali sebagaimana dalam semua metabolisme untuk mempertahanklan keseimbangan cairan.

Pertukaran Cairan dalam Jaringan
Cairan dalam plasma berada di bawah tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan interstisial. Oleh karena itu cairan cairan itu cendrung untuk keluar dari pembuluh kapiler, akan tetapi di dalam plasm ada protein, sedangkan cairan interstisial mengandung sedikit protein. Protein plasma ini mengeluarkan tekanan osmotik yang berusaha mengisap cairan masuk pembuluh kapiler.
Pada ujung kapiler arteri, tekanan hidrostatik lebih besar dari tekanan osmotik, maka imbangan kekuatan kekuatan mendorong cairan masuk jaringan. Baca Juga: Lembaga Pendidikan Sedangkan pada ujung kapiler vena tekanan hidrostatik kurang, tekanan osmotik mengatasinya dan menarik kembali masuk kapiler. Secara normal cairan yang meninggalkan kapiler lebih banyak daripada caira yang kembali masuk ke dalamnya, kelebihan ini disalurkan melalui limfe (getah bening).

Pertukaran antara cairan intra seluler dan ekstra selular juga tergantung pada tekanan osmotik, akan tetapi membran sel mempunyai permiabilitas selektif dan dilalui oleh beberapa bahan seperti oksigen, karbondioksida, dan ureum secara bebas, dan juga memompakan bahan lain masuk atau keluar untuk mempertahankan perbedaan konsentrasi dalam cairan intra selular dan ekstra selular, misalnya kalium dikonsentrasikan dalam intra selular sedangkan natrium dipompakan keluar.

SISTEM MUSKULOSKELETAL

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN-ORGAN DALAM SISTEM

MUSCULOSKELETAL
Muskuloskeletal terdiri atas :
Mu sk u l e r /Ot o t
: Otot, tendon,dan ligamen

Sk e l e t al /R a n gk a
: Tulang dan sendi
Muskuler/Otot
Otot
Semua sel-sel otot mempunyai kekhususan yaitu untuk berkontraksi. Terdapat lebih dari 600 buah otot pada tubuh manusia. Sebagian besar otot-otot tersebut dilekatkan pada tulang-tulang kerangka tubuh oleh tendon, dan sebagian kecil ada yang melekat di bawah permukaan kulit.

Fungsi sistem muskuler/otot:

  1. Pergerakan. Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut
    melekat dan bergerak dalam bagian organ internal tubuh.
  2. Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan
    mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk
    terhadap gaya gravitasi.
  3. Produksi panas. Kontraksi otot-otot secara metabolis menghasilkan panas
    untuk mepertahankan suhu tubuh normal.
    Ciri-ciri sistem muskuler/otot:
  4. Kontrakstilitas. Serabut otot berkontraksi dan menegang, yang dapat atau tidak
    melibatkan pemendekan otot.
  5. Eksitabilitas. Serabut otot akan merespons dengan kuat jika distimulasi oleh
    impuls saraf.
  6. Ekstensibilitas. Serabut otot memiliki kemampuan untuk menegang melebihi
    panjang otot saat rileks.
  7. Elastisitas. Serabut otot dapat kembali ke ukuran semula setelah berkontraksi
    atau meregang

Jenis-jenis otot
a) Otot rangka, merupakan otot lurik, volunter, dan melekat pada rangka.
Serabut otot sangat panjang, sampai 30 cm, berbentuk silindris dengan
lebar berkisar antara 10 mikron sampai 100 mikron.
Setiap serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer.
Kontraksinya sangat cepat dan kuat.
Struktur Mikroskopis Otot Skelet/Rangka

Otot skelet disusun oleh bundel-bundel paralel yang terdiri dari serabut-
serabut berbentuk silinder yang panjang, disebut myofiber /serabut otot.

Setiap serabut otot sesungguhnya adalah sebuah sel yang mempunyai
banyak nukleus ditepinya.
•Cytoplasma dari sel otot disebut sarcoplasma yang penuh dengan
bermacam-macam organella, kebanyakan berbentuk silinder yang panjang
disebut dengan myofibril.
•Myofibril disusun oleh myofilament-myofilament yang berbeda-beda
ukurannya :
yang kasar terdiri dari protein myosin
yang halus terdiri dari protein aktin/actin.
b) Otot Polos merupakan otot tidak berlurik dan involunter. Jenis otot ini dapat
ditemukan pada dinding berongga seperti kandung kemih dan uterus, serta pada dinding tuba, seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi, urinarius, dan sistem sirkulasi darah.
Serabut otot berbentuk spindel dengan nukleus sentral.
Serabut ini berukuran kecil, berkisar antara 20 mikron (melapisi pembuluh
darah) sampai 0,5 mm pada uterus wanita hamil.
Kontraksinya kuat dan lamban.
Struktur Mikroskopis Otot Polos
•Sarcoplasmanya terdiri dari myofibril yang disusun oleh myofilamen-
myofilamen.

jenis otot polos
Ada dua kategori otot polos berdasarkan cara serabut otot distimulasi untuk
berkontraksi pada jalan udara besar traktus respiratorik, pada otot mata yang memfokuskan lensa dan menyesuaikan ukuran pupil dan pada otot erektor pili rambut.
 Otot polos unit tunggal (viseral) ditemukan tersusun dalam lapisan
dinding organ berongga atau visera. Semua serabut dalam lapisan mampu berkontraksi sebagai satu unit tunggal. Otot ini dapat bereksitasi sendiri atau miogenik dan tidak memerlukan stimulasi saraf eksternal untuk hasil dari aktivitas listrik spontan.
c) Otot Jantung
Merupakan otot lurik
Disebut juga otot seran lintang involunter

Otot ini hanya terdapat pada jantung

Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung juga
mempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut.
Struktur Mikroskopis Otot Jantung

Skeletal

Skeletal disebut juga sistem rangka, yang tersusun atas tulang-tulang. Tubuh kita memiliki 206 tulang yang membentuk rangka. Bagian terpenting adalah tulang belakang.

Fungsi Sistem Skeletal :
1. Memproteksi organ-organ internal dari trauma mekanis.
2. Membentuk kerangka yang yang berfungsi untuk menyangga tubuh dan otot- otot yang.
3. Melekat pada tulang
4. Berisi dan melindungi sum-sum tulang merah yang merupakan salah satu jaringan pembentuk darah.
5. Merupakan tempat penyimpanan bagimineral seperti calcium daridalam darah misalnya.
6. Hemopoesis

Struktur Tulang
Tulang terdiri dari sel hidup yang tersebar diantara material tidak hidup (matriks).
Matriks tersusun atas osteoblas (sel pembentuk tulang).
Osteoblas membuat dan mensekresi protein kolagen dan garam mineral.
Jika pembentukan tulang baru dibutuhkan, osteoblas baru akan dibentuk.
Jika tulang telah dibentuk, osteoblas akan berubah menjadi osteosit (sel tulang dewasa).
Sel tulang yang telah mati akan dirusak oleh osteoklas (sel perusakan tulang).
Jaringan tulang terdiri atas :
a. Kompak (sistem harvesian matrik dan lacuna, lamella intersisialis)
b. Spongiosa (trabecula yang mengandung sumsum tulang dan pembuluh
darah)

Klasifikasi Tulang berdasarkan penyusunnya

1. Tulang Kompak
a. Padat, halus dan homogen
b.Pada bagian tengah terdapat medullary cavity yang mengandung ’yellow bone marrow”.
c. Tersusun atas unit : Osteon Haversian System
d. Pada pusat osteon mengandung saluran (Haversian Kanal) tempat pembuluh darah dan saraf yang dikelilingi oleh lapisan konsentrik (lamellae).
e. Tulang kompak dan spongiosa dikelilingi oleh membran tipis yang disebut periosteur, membran ini mengandung: Bagian luar percabangan pembuluh darah yang masuk ke dalam tulang Osteoblas

2. Tulang Spongiosa
a.Tersusun atas ”honeycomb” network yang disebut trabekula.
b. Struktur tersebut menyebabkan tulang dapat menahan tekanan
c.Rongga antara trebakula terisi ”red bone marrow” yang mengandung pembuluh darah yang memberi nutrisi pada tulang.
d. Contoh, tulang pelvis, rusuk,tulang belakang, tengkorak dan pada ujung tulang lengan dan paha.

Klasifikasi Tulang berdasarkan Bentuknya

1. Tulang panjang, contoh: humerus, femur, radius, ulna
2. Tulang pendek, contoh: tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki
3. Tulang pipih, contoh: tulang tengkorak kepala, tulang rusuk dan sternum
4. Tulang tidak beraturan: contoh: vertebra, tulang muka, pelvis

Pembagian Sistem Skeletal
1. Axial / rangka aksial, terdiri dari :
tengkorak kepala / cranium dan tulang-tulang muka
columna vertebralis / batang tulang belakang
costae / tulang-tulang rusuk
sternum / tulang dada

2. Appendicular / rangka tambahan, terdiri dari :
tulang extremitas superior
a. korset pectoralis, terdiri dari scapula (tulang berbentuk segitiga) dan
clavicula (tulang berbentuk lengkung).
b. lengan atas, mulai dari bahu sampai ke siku.
c. lengan bawah, mulai dari siku sampai pergelangan tangan.
d. tangan tulang extremitas inferior: korset pelvis, paha, tungkai bawah, kaki.

LOW BACK REGION

1. Struktur
Ruas tulang punggung dikelompokkan menjadi:
1. Cervical/leher 7 ruas
2. Thoracalis/punggung 12 ruas
3. Lumbalis/pinggang 5 ruas
4. Sakralis/kelangkang 5 ruas
5. Koksigeus/ekor 4 ruas

Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

Pernapasan dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

 Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar .

Sistem Pencernaan

Diagram sistem pencernaan manusia bagian perut
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.

Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari – sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa – sisa makanan melalui anus.

Diagram sistem pencernaan

1. Kelenjar ludah
2. Parotis
3. Submandibularis (bawah rahang)
4. Sublingualis (bawah lidah)
5. Rongga mulut
6. Faring
7. Lidah
8. Esofagus
9. Pankreas
10. Lambung
11. Saluran pankreas
12. Hati
13. Kantung empedu
14. duodenum
15. Saluran empedu
16. Kolon
17. Kolon transversum
18. Kolon ascenden
19. Kolon descenden
20. Ileum
21. Sekum
22. Appendiks
23. Rektum
24. Anus