Pembuktian dan Hukuman Untuk Jarimah Qadzaf

 Pembuktian dan Hukuman Untuk Jarimah Qadzaf

Jarimah qadzaf dapat di buktikan degan tiga macam alat bukti, yaitu sebagi berikut:

  1. Dengan saksi

Saksi merupakan salah satu bukti untuk jarimah qadzaf. Syarat-syarat saksi yaitu baligh, berakal, dapat berbicara, adil, islam, dan tidak ada penghalang menjadi saksi.

  1. Dengan pengakuan
  2. Dengan sumpah

Menurut Imam Syafi’i, jarimah qadzaf bisa dibuktikan dengan sumpah apabila tidak ada saksi dan pengakuan. Caranya adalah oarang yang dituduh (korban) meminta kepada oarng yang menuduh (pelaku) untuk bersumpah bahwa ia tidak melakukan penuduhan. Apabila penuduh enggan melakukan untuk bersumpah jarimah qadzaf bisa di buktikan dengan keengganannya untuk bersumpah tersebut. Demiian sebaliknya, penuduh (pelaku) bisa meminta kepada orang yang dituduh (korban) bahwa penuduh benar melakukan penuduhan. Apabila orang yang dituduh enggan melakukan sumpah maka tuduhan dianggap benar dan penuduh dibebaskan dari hukuman qadzaf. Akan tetapi, Imam Malik dan Imam Ahmad tidak membenarkan pembuktian dengan sumpah.

            Hukuman untuk jarimah qadzaf ada dua macam yaitu sebagai berikut:

  1. Hukuman pokok, yaitu jilid atau dera sebanyak delapan puluh kali. Hukuman ini merupakan hukuman had, yaitu hukuman yang sudah ditetapkan oleh syara’, sehingga ulil amri tidak mepunyai hak untuk memberikan pengampunan. Adapun orang yang dituduh, para ulama berbeda pendapat. Menurut madzab Syafi’i, orang yang dituduh berhak memberikan pengampuna. Sedangkan menurut madzab hanafi korban tidak berhak memberikan pengampunan.
  2. Hukuman tambahan yaitu, tidak diterima persaksiannya

Andaikata orang tersebut berobat para ulam berbeda pendapat. Menurut Imam Abu Hanifah, kesaksian penuduh tetap gugur meskipun ia telah bertobat. Sedangkan menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, kesaksian penuduh diterima kembali apabila ia bertobat.

sumber :

ARK Survival Island Evolve 3d 1.19 Apk + Mod