Pembahasan atau Analisis 

 Pembahasan atau Analisis 

 Pembahasan atau Analisis

 Pembahasan atau Analisis 

Yang dimaksud perjanjian sewa menyewa menurut pasal 1548 BW ialah “suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak lainnya kenikmatan dari sesuatu barang, selama waktu tertentu dan dengan pembayaran sesuatu harga yang oleh pihak tersebut belakangan itu disanggupi pembayarannya.”

Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa adanya pihak yang menyewakan yang memberi kenikmatan atas suatu barang kepada pihak penyewa selama waktu tertentu dan pihak penyewa wajib membayar sejumlah harga yang telah disepakati. Sedangkan, dari uraian fakta diatas diketahui bahwa pihak penyewa ( Deska Adiyana ) melakukan wanprestasi terhadap pihak yang menyewakan ( Agung Setiawan ), berupa keterlambatan pengembalian dan kerusakan atas barang yang disewa ( mobil ). Tetapi yang menjadi masalah pihak penyewa menolak membayar denda keterlambatan dan ganti rugi atas kerusakan mobil tersebut dengan alasan yang menurut logika hukum alasan tersebut tidak tepat. Dimana pihak penyewa berasalan bahwa ia tidak mengetahui adanya denda yang dikenakan akibatketerlambatan pengembalian dan menurut pihak penyewa kerusakan mobil tersebut diluar kesalahannya.

Sedangkan berdasarkan uraian fakta diatas diketahui bahwa pihak penyewa telah menandatangani kwitansi tersebut, yang berarti pihak penyewa dianggap telah membaca, mengetahui dan menyetujui segala syarat dan ketentuan mengenai perjanjian sewa menyewa mobil yang terdapat di dalam kwitansi tersebut.Sehingga jika pihak penyewa beralasan tidak mengetahui adanya ketentuan mengenai denda keterlambatan, maka pihak yang menyewakan dapat menyangkal alasan pihak penyewa dengan bukti tertulis berupa tanda tangan pihak penyewa di kwitansi tersebut.

Alasan kedua, pihak penyewa menolak membayar ganti rugi kerusakan barang ( mobil ) dikarenakan pihak penyewa merasa bahwa kerusakan itu bukan karena kesalahannya. Menurut pihak penyewa mobil tersebut kerusakan timbul ketika berada di area parkir dan pihak penyewa tidak mengetahui ketika terjadi kerusakan tersebut.

Menurut pasal 1564 BW : “si penyewa bertanggung jawab untuk segala kerusakan yang diterbitkan pada barang yang di sewa selama waktu sewa, kecuali jika ia membuktikan bahwa kerusakan itu terjadi diluar salahnya.”

Dari ketentuan pasal 1564 BW diatas diketahui resiko atas kerusakan barang yang disewa selama waktu sewa di tanggung oleh pihak penyewa, kecuali jika pihak penyewa dapat membuktikan bahwa kerusakan tersebut diluar kesalahannya.Tetapi yang menjadi masalah adalah pihak penyewa tidak dapat membuktikan kebenaran alasannya dan tidak memiliki bukti yang kuat bahwa kerusakan tersebut diluar kesalahnnya. Sehingga walaupun pihak penyewa beralasan seperti itu, berdasarkan pasal 1564 BW Ia tetap harus bertanggung jawab atas kerusakan barang ( mobil ) tersebut, dengan berkewajiban mengganti rugi sebesar jumlah yang telah diatur didalam ketentuan kwitansi tersebut.

Dengan melihat fakta-fakta hukum diatas maka dasar hukum yang digunakan sebagai alat bukti oleh Tuan Agung Setiawan Terhadap Deska Adiyana adalah Bahwa pada tanggal 2 Agustus 2013, telah diadakannya perjanjian sewa-menyewa satu unit mobil innova antara Tuan Agung Setiawan dengan Deska Adiyana yang ditandatangani di Malang, 2 Agustus 2013.

Jika pihak penyewa tetap menolak membayar denda keterlambatan dan ganti rugi kerusakan barang ( mobil ), Dengan melihat alat bukti di atas maka dasar hukum yang kuat untuk mengajukan gugatan ke pengadilan adalah :

  1. Pasal 1239 BW : tentang Wanprestasi ketika si berhutang tidak memenuhi kewajibannya  (terlambat berprestasi )

Penjelasan : Deska melakukan wanprestasi dengan terlambat mengembalikan mobil dari waktu yang telah ditentukan.

https://weshop.co.id/stickman-basketball-apk/