Pelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Pelajaran Bahasa Indonesia Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Pelajaran Bahasa Indonesia: Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Pelajaran Bahasa Indonesia Contoh Teks Eksplanasi Banjir
Pelajaran Bahasa Indonesia Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Apa Itu Teks Eksplanasi?
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses kejadian suatu peristiwa, baik itu peristiwa alam ataupun sosial. Informasi yang ada di dalam teks eksplanasi berasal dari hasil pengamatan, dirasakan, dan juga dijadikan sebagai pembelajaran bagi pembacanya.

Tujuan dari teks eksplanasi ialah memaparkan fenomena yang terjadi

dan menjelaskan sebab-akibat fenomena itu. Artinya, pembaca teks eksplanasi itu bisa memahami informasi yang ada di dalam teks tersebut. Pembaca bisa paham runtut kejadian dari sebuah fenomena atau peristiwa yang terjadi.
Blog-Image-Yuta-in-EdTech-Asia-1-1.png
Quipper Blog
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Sebagai sebuah bentuk teks, ada beberapa kaidah kebahasaan khasnya. Berikut beberapa kaidah kebahasaan teks eksplanasi:
Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants). Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan udara.
Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.

Lebih banyak menggunakan verba material dan verba relasional

(kata kerja aktif).
Menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Contohnya penggunaan: sehingga, sebelum, pertama, jika, bila, dan kemudian.
Menggunakan kalimat pasif.
Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.

Contoh Teks Eksplanasi Banjir
Teks-Explanasi-Pengertian-Ciri-ciri-Struktur-Contoh.png
Quipper Blog
Pernyataan Umum

Musim hujan 2018-2019 diprediksi masih

akan menimbulkan bencana banjir bagi Jakarta, terutama pada puncak musim hujan yang jatuh pada Februari 2019. Banjir memang sudah lama menjadi langganan di Jakarta setiap tahunnya, bahkan menjadi satu momok bagi Ibukota Negara.
Tidak tanggung-tanggung, menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah menyebutkan, sebanyak 129 kelurahan dari 268 di Jakarta dan Kepulauan Seribu terancam banjir pada musim hujan 2018/2019. Dapat dikatakan bahwa kelurahan yang rawan banjir itu mencapai sekitar 48 persen dari total jumlah kelurahan yang ada.
Sebab Akibat
Jumlah 129 kelurahan itu merupakan jumlah diantisipasi akan banjir akibat meluapnya sungai. Beberapa sungai yang berpotensi membanjiri kelurahan-kelurahan itu yakni Angke, Pesanggrahan, Krukut, Ciliwung Kelurahan, Kanal Banjir Barat, Ciliwung Lama Kelurahan, Sunter, Cipinang Kelurahan, dan Cengkareng Drain. Kelurahan-kelurahan yang paling rawan banyak berada di Jakarta Selatan, disusul Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/