O2SN 2018 Fokuskan Pembinaan

O2SN 2018 Fokuskan Pembinaan

O2SN 2018 Fokuskan Pembinaan

 

O2SN 2018 Fokuskan Pembinaan

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional

Seluruh peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kota Bogor berbaris rapi di Lapangan Gor Pajajaran, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Kamis (05/04/2018) pagi.

Meski sinar matahari pagi sudah cukup terik, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap mengikuti acara pembukaan O2SN. Kegiatan tahunan pencarian bibit atlet dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor ini secara resmi dibuka Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman.

Kepala Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin mengatakan, di tahun ini Cabang Olahraga (Cabor) yang dilombakan masih sama yakni terdiri dari 11 Cabor. Yakni atletik, Renang, Bulutangkis, Pencak Silat, Karate, Tenis Meja, Catur, Bola Voli, Tenis Lapang, Sepakbola Mini dan Sepak Takraw Khusus SD dan Bola Basket untuk SMP. “Seluruh Cabor ini diikuti 942 peserta yang meliputi 792 atlet ditambah 150 official,” ujarnya.

Ia menuturkan, tidak ada perbedaan signifikan di O2SN tahun ini kecuali dari segi pembinaan yang semakin difokuskan. Pembinaan tersebut sudah dilakukan sejak seleksi di tingkat kecamatan hingga terpilih di tingkat Kota dan kembali di seleksi untuk menjadi perwakilan Kota Bogor di Tingkat Jawa Barat. “Target prestasi di Jawa Barat kami ingin Kota Bogor masuk di lima besar,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan

O2SN ini menjadi bagian dari proses pendidikan dalam mengembangkan bakat dan minat. Pasalnya, peserta mempunyai talenta di olahraga yang bisa dikembangkan di masa depan untuk menjadi atlet nasional. Menurutnya, banyak atlet-atlet nasional yang berprestasi lahir dari O2SN.

“Jadi lomba ini selain ingin membuat anak-anak menjadi sehat dengan olahraga, siswa juga yang juara bisa mengikuti Jalur Prestasi untuk masuk ke SMP, SMA pilihannya,” katanya.

Sementara itu

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, dengan adanya O2SN ini terjadi keseimbangan mental dan fisik dari siswa sehingga akan terbentuk siswa yang berkarakter, menjungjung sportifitas dan juara. Lewat ajang perlombaan ini juga terjalin silaturahmi diantara semua siswa, guru dan kepala sekolah di masing-masing sekolah.

“Kami bangga melihat semangat peserta dan membuat kami jadi merasa optimis 20 tahun kedepan ada generasi pengganti yang betul-betul memiliki jiwa yang kuat, sehat yang berani jadi diri sendiri dan menjauhi hal-hal negatif,” jelasnya.

 

Sumber : https://sel.co.id/