Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi Lengkap

Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi Lengkap

Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi

Media Massa

Kehadiran media massa di tengah masyarakat memiliki peranan penting dalam proses sosialisasi. Istilah sosialisasi luas sekali artinya, menurut Defleur dan Rokeach (1987), sosialisasi dapat dilihat sebagai suatu rangka pertukaran komunikasi yang kompleks, berjangka panjang dan multidimensional, antara individu dengan berbagai agen masyarakat yang menghasilkan persiapan individu tersebut untuk hidup disuatu lingkungan sosiokultural. Proses sosialisasi juga dapat diartikan sebagai proses belajar nilai dan norma.

Pihak-pihak yang berperan dalam proses seseorang belajar nilai dan norma tadi disebut agen sosialisasi. Agen sosialisasi adalah institusi sosial, tempat orang belajar mengenai wilayah kehidupan yang mereka sendiri tidak terlibat langsung. Maksudnya tanpa mengalami langsung sesuatu hal, kita bisa mempelajari sesuatu dari pihak lain, misalnya kita memahami tentang nasionalisme sewaktu perjuangan kemerdekaan, kita memahami itu hasil dari proses sosialisasi yang dilakukan agen sosialisasi.

Media massa sebagai institusi sosial

Media massa sebagai institusi sosial menjadi salah satu kebutuhan yang utama dalam kehidupan bersama di setiap masyarakat, yaitu kebutuhan akan sarana menyampaikan atau menyebar luaskan informasi kepada sesama anggota masyarakat. Media massa juga diakui berpengaruh untuk sosialisasi nilai-nilai dan norma-norma bagi anggota masyarakat.
Media massa adalah saluran atau komponen komunikasi massa, dimana komunikasi memiliki beberapa karakteristik, diantaranya :

1. Komunikator terlembagakan
2. Peran bersifat umum
3. Komunikasinya bersifat anonim dan heterogen
4. Media massa menimbulkan keserempakan
5. Komunikasi massa lebih mengutamakan unsur isi
6. Komunikasi massa bersifat satu arah sehingga feedback-nya bersifat tertunda (delayed)

Di tengah-tengah masyarakat media massa dianggap sesuatu yang dapat menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera, dan langsung. Dalam komunikasi massa pernyataan tersebut diatas kita kenal dengan model jarum hipodemik. Dalam model jarum hipodemik, komunikan dianggap pasif (tidak berdaya). Artinya, komunikan menerima begitu saja pesan-pesan yang diberikan oleh media massa tanpa ada pertimbangan atau pemikiran-pemikiran terlebih dahulu. Jika dihubungkan dengan model tersebut, media massa sebagai agen sosialosasi memiliki kekuatan besar untuk menyosialisasikan individu kepada rasa moral dan sosial, misalnya simpati, kasihan, kepada para korban kekerasan, perang, kecelakaan, bencana, dan ketidak adilan sosial. Namun asumsi tersebut tidak berlaku absolut karena pada kenyataan nya sikap masyarakat terhadap media, belum meratanya pendidikan dan akses terhadap media massa cukup berpengaruh pada proses sosialisasi yang dilakukan oleh media massa.

Proses sosialisasi berlangsung terus menerus

Sejumlah norma misalnya tentang tata cara makan telah ditanamkan sejak usia dini, sedangkan mengenai hal lain, seperti konsep berumah tangga, baru diberika ketika seseorang telah menginjak dewasa.
Beberapa bagian dari sosialisasi yang komplek itu diberika oleh media massa sebagai agen sosialisasi, baik disengaja maupun tidak, dengan sadar ataupun tidak sadar. Kita juga dapat melihat seorang individu dalam berbagai tahap kehidupannya mungkin saja mempelajari norma-norma kehidupan sosial dari media massa.

Lebih lanjut dikatakan bahwa media massa khususnya televisi merupakan sarana utama dimana kita belajar tentang masyarakat dan kultur (Gerbner, Gross, Morgan, dan Signorell, 1980; Signorielli,1980; Signorielli dan Morgan, 1989) melalui kontak dengan televisi ( dan media lain) kita belajar tentang dunia, orang-orang, nilai-nilai serta adat kebiasaan.

Proses belajar nilai-nilai serta adat kebiasaan tersebut yang sering dikelompokan menjadi yang formal dan informal. Dalam masyarakat modern, media massa bertambah penting sebagai agen sosialisasi baik formal maupun informal, sosialisasi yang formal adalah proses yang dilalui secara berstruktur. Seperti sekolah, pelatihan, pengalaman kerja, dan sebagainya. Sedangkan yang diperoleh dari pergaulan, keluarga, pengalaman pribadi merupakan sosialisasi yang informal.

Proses sosialisasi yang dilakukan oleh media massa baik formal maupun informal akan menghasilkan efek yang besar di tengah masyarakat. Ada efek yang diharapkan yaitu fungsi media massa dan ada efek yang tidak diharapkan kita sebut disfungsi media massa. Fungsi media massa atau efek yang diharapkan dalam proses sosialisasi tersebut ialah masyarakan dapat belajar tentang nilai-nilai atau norma yang berlaku di lingkungan masing-masing. Gunanya agar setiap anggota masyarakat tahu bagaimana berbuat dan berperilaku ditengah masyarakat. Keadaan ini memungkinkn tegaknya ketertiban sosial karena orang berperilaku menurut pedoman yang telah mereka peroleh lewat proses sosialisasi tadi.

Sosialisasi juga merupakan dasar atau basis bagi kelangsungan suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang berkesinambungan dan stabil. Setiap orang pasti mengalami proses hidup bermasyarakat, artinya hidup bersama sama dengan orang-orang lain yang ada disekitarnya. Dalam proses sosialisasi yang dilakukan media massa tiap orang belajar tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Melalui proses itu seseorang menjadi tahu tentang apa yang boleh dan tidak boleh, serta apa yang seharusnya dan seyogianya tidak dilakukan dalam hidup ditengah masyarakat untuk tegaknya ketertiban sosial.

Artikel terkait :