Mampu Menumbuhkan Rasa Bertanggung jawab

Mampu Menumbuhkan Rasa Bertanggung jawab

Anak yang bertanggungjawab adalah anak yang mampu melakukan apa yang diinginkannya sekaligus juga mampu melakukan apa yang diinginkan orang lain, mampu memilih mana yang baik dan buruk serta berani menanggung resiko. Untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak harus dilakukan dengan lemah lembut, halus, tegas tetapi penuh pengharapan. Bentuk tanggung jawab yang diajarkan guru kepada anak melalui pembelajaran seni tari adalah: (1) belajar mentaati waktu, apabila waktunya belajar tari sudah tiba maka anak-anak diminta segera untuk menuju ruang berlatih, (2) belajar mengatur dirinya sendiri melalui berbaris rapi, berjajar dengan teman-temannya pada saat mengikuti pelajaran tari, (3) belajar memperhatikan guru pada saat guru menerangkan dan mengikuti semua perintah guru, dan (4) belajar menghafalkan gerakan yang diberikan guru.

6) Mampu Menumbuhkan Rasa Mandiri

Salah satu ciri anak yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi adalah mempunyai sifat mandiri. Sifat mandiri pada anak dapat ditanamkan melalui pembelajaran tari, caranya dengan mengajarkan anak untuk melakukan tugas-tugasnya secara mandiri. Tugas-tugas anak tersebut antara lain yaitu: mencari tempat di dalam barisan pada saat belajar menari, berjalan tertib menuju ruang latihan menari, menirukan gerak yang diberikan oleh gurunya tanpa disuruh, berani menari sendiri tanpa diberi contoh, berani mengambil tempat minum sendiri, berani menari didepan banyak orang tanpa didampingi gurunya.

7) Mudah Berinteraksi dengan orang lain

Dalam pembelajaran seni tari, anak diajarkan untuk berinteraksi dengan orang lain, misalnya menjawab pertanyaan guru, memperhatikan guru dalam menjelaskan materi, menirukan gerak yang diberikan oleh guru, mempraktekkan gerak yang diajarkan guru, bertanya pada guru apabila mempunyai kesulitan, menyapa teman, berbaris rapi bersama teman, menari bersama teman, mau berbagi dengan teman. Kebiasaan yang diajarkan guru dalam proses belajar menari tersebut dapat diterapkan di dalam perilaku sehari-hari, misalnya mau menjawab pertanyaan orang lain, memperhatikan orang lain yang berbicara dengannya, bertanya atau menyapa pada orang lain, mau bermain dengan teman, berbagi dengan teman, membantu teman yang dalam kesulitan.

8) Memiliki Prestasi Yang Baik

Belajar menari tidak hanya membuat anak mempunyai tubuh yang lentur dan bugar, akan tetapi lebih jauh lagi, menari mampu membentuk kecerdasan emosional dan logika anak yang dibuktikan dengan prestasi yang baik di dalam pelajaran lainnya. Berdasarkan wawancara dengan Heny guru kelas A2, bahwa anak-anak yang suka menari dan sering mengikuti pentas menari cenderung memiliki prestasi yang tinggi jika dibandingkan dengan anak yang tidak suka kegiatan menari. Anak yang suka menari mempunyai sifat mudah diajak berkomunikasi, mudah tanggap terhadap materi pelajaran yang diberikan oleh guru dan cepat selesai mengerjakannya. Anak juga mempunyai konsentrasi yang baik dalam mengikuti pelajaran. Hal ini disebabkan karena di dalam proses belajar menari, anak tidak hanya dituntut untuk bisa menghafalkan gerak, tetapi juga dituntut untuk mampu mempraktekkannya sesuai dengan iringan dan mampu mengeskpresikan gerak tersebut dengan baik. Artinya di dalam proses belajar menari, anak belajar 3 hal sekaligus yang tidak didapatkan dalam mata pelajaran lain, yaitu menghafalkan, menyesuaikan gerak dengan musik, dan menjiwai gerakan tersebut.

sumber
https://indrapura.co.id/2020/06/seva-mobil-bekas/