Macam-Macam dan Contoh Tafsir Bi Al-Ra’y

Macam-Macam dan Contoh Tafsir Bi Al-Ra’y

  1. Macam-macam Tafsir Bi Al-Ra’y

Berdasarkan pengertian di atas, para mufassir membagi tafsir bi al-ra’y  kepada dua macam, yaitu ra’y madhmumah (yang tercela) dan ra’y mahmudah (yang terpuji). Yang pertama adalah menafsirkan Al-Qur’an dengan pendapat semata-mata, yang tidak didukung oleh ilmu alat. Hal ini yang dimaksud dalam hadits Nabi SAW yang artinya : “barang siapa yang berbicara tentang Al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka” (HR. Tirmidzi).[9]  Sebagian besar orang yang menafsirkan dengan ra’yu adalah orang-orang yang mementingkan hawa nafsu dan bid’ah. Mereka menganut faham-faham yang sesat, tidak ada alur periwayatan (rujukan) yang jelas, tidak ada dalil yang kuat.[10] Dimana ia menyatakan bahwa kalam Allah itu maksudnya ini … atau itu… tafsir semacam ini adalah tafsi yang madzmum atau tafsir yang salah.[11] Yang kedua adalah pendapat yang didasarkan atas ilmu dan memenuhi kriteria atau syarat tafsir, yaitu penguasaan ilmu bahasa Arab yang meliputi nahwu, sharraf, isytiqaq dan balaghah. Selain itu, seorang mufassir juga dituntut menguasai ilmu qira’at, ushuluddin, ushul fiqh, asbabun nuzul, qoss Al-qur’an, nasikh mansukh, dan lain sebagainya.[12]

Kitab-kitab tafsir bi al-ra’y yang tergolong al-mahmūdah yang banyak dikenal, antara lain, adalah:

  1. Mafātih al-Ghayb, oleh: Fakhr al-Dīn al-Rāziy
  2. Anwār al-Tanzīl wa Asrār al-Ta’wīl, oleh Al-Baidawi
  3. Madārik al-Tanzīl wa aqā’iq al-Ta’wīl, oleh: Al-Nasāfi
  4. Lubāb al-Ta’wīl fi Ma’ān al-Tanzīl, oleh: Al-Khāzin
  5. Al-Bahr al-Mu’ī, oleh: Abū Hayyān
  6. Al-Tafsīr al Jalālayn, oleh: Jalāl al-Dīn Al-Mahalliy dan Jalāl al-Dīn Al-Suyūti
  7. Gharā’ib al-Qur’ān wa Raghā’ib al-Furqān, oleh: Al-Naisabūriy
  8. Al-Sirāj al-Munīr, oleh: Al Khātib Al-Sharbiniy
  9. Irsyâd al-‘Aql as-Salîm, oleh: Abū al-Sa’ūd
  10. Rūh al-Ma’āniy, oleh Al-Alūsiy

baca juga :