lingkungan Sekolah

lingkungan Sekolah

            Konsep sistem sosial adalah alat untuk menjelaskan tentang kelompok-kelompok manusia. Tiap-tiap sistem sosial terdiri atas pola-pola perilaku tertentu yang memiliki struktur dalam dua arti, yaitu: pertama, interaksi-interaksi sendiri antara orang-orang yang bersifat agak mantap dan tidak cepat berubah, dan kedua, perilku-perilaku yang mempunyai corak atau bentuk yang relatif mantap.

            Dalam suatu sistem sosial, paling tidak ada harus teredapat empat hal, yaitu: (1) dua orang atau lebih, (2) terjadi interaksi diantara mereka, (3) bertujuan, dan (4) memeiliki struktur, simbol, dan harapan bersama yang dipedomani. Sistem sosial dapat berfungsi apabila dipenuhi empat persyaratan: (1) adaptasi, (2) mencapai tujuan, (3) intregasi, dan (4) pemilihan pola-pola tersembunyi. Sistem sosial terdiri atas satuan-satuan interaksi sosial yang terbentuk daqri unsur-unsur sosial mencakup: (I) keyakinan (pengetahuan), (2)perasaan (sentimen), (3) tujun, sasaran, dan cita-cita, (4) norma, (5) kedudukan peranan (status), (6) tingkat atau pangkat (rank), (7) kekuasaan atau pengaruh (power),  (8)sanksi, (9) sarana atau fasilitas, (10) tekanan ketegangan (Soelaeman, 2005).

            Lingkungan sekolah dalam bahasan ini adalah pendidikan formal karena sebenarnya banyak agen atau  lembaga yang berperan dalm “proses mendidik” seseorang dimsyarakat. Lingkungan sekolah sebagai bagian dari pewarisan budaya tiap generasi ke generasai selanjutnnyanmerupakn agen utama dalm pembeljran keterampilan membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah juga berperan untuk membelajarakan pelajaran-pelajaran yang dibutuhkan dalam masyarakat untuk bekal hidup. Supaya menjadi efektif, program-program yang diberikan dalam lingkungan sekolah mesti konsisten dengan sifat alami, kebutuhan, dan kecenderungn-kecenderungan di masa datang. Karena masyarakat setiap saat beubah, lingkungan srkolah juga mengikuti perkembangan dari masyarakatnya (Sweedlun dan Crawford, 1956).

Empat pilar atau fokus pendidikan yang dicanangkan UNESCO (Delors, 1996) apabila diterapkan di lingkungan sekoalh akan membekali seseorang dengan kecakapan hidup yang dibutuhkan sebagai bekal hidup di masyarakatnya. Empat pilar pendidikan itu adalah belajar untuk mengetahui (learning to know). Belajar untuk berbuat (learning to do), belajar untuk menjadi jati diri (learning to be), belajar untuk hidup bermasyarakat dalam damai (learning to live together).

Untuk mencapai empat pilar pendidikan yang disertai kepemilikan bekal life skills yang dibutuhkan seseorang dari hasil perolehan pendidikannya di lingkungan sekolah. Berikut ini adalah bekal yang mesti diberikan lingkungan sekolah supaya menghasilkan generasi baru yang mampu melanjutkan keberlangsungan masyarakat di masa-masa akan datang.

Life skills adalah pengetahuan dan sikap yang diperlukan seseorang untuk bisa hidup bermasyarakat. Life skills yang diperlukan seseorang untuk bisa hidup bermasyarakat diantaranya: lifelong learning, complex thinking, effective communication, collaboration, responsible citizen, dan employability (Utah State Board of Education, 1996).

Sumber :

https://littlehorribles.com/