Kompensasi Adalah

Kompensasi Adalah

Kompensasi Adalah

Kompensasi Adalah
Kompensasi Adalah

Kalau kita perhatikan gaji/bayaran seseorang

apakah kita tahu berapa besar jumlah yang dibayarkan untuk kinerjanya, berapa yang dibayarkan untuk pekerjaan yang dilakukannya, dan berapa yang dibayarkan untuk pengalaman atau kompetensinya? Mungkin tidak, karena kesemuanya tercampur bersama-sama. Konsekuensinya adalah terjadi kebingungan. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan kurang transparannya sistem penggajian, dan keruwetan yang tidak perlu dalam manajemen kompensasi.

 

Di dalam manajemen terdapat satu cara untuk mengatasi permasalahan ini

yaitu dengan teori yang dinamakan 3-P. 3-P dirancang untuk memberikan kejelasan mengenai sistem penggajian dengan membuat kaitan yang jelas dan terdefinisi antara setiap elemen gaji dengan alasan pemberian gaji dengan tingkat bayaran sebesar itu.

3-P tersebut terdiri atas:

–          Position evaluation (evaluasi posisi) pada dasarnya merupakan alat untuk menganalisa organisasi, tetapi juga dapat menyusun dasar bagi position pay (bayaran untuk posisi).

–          Person assessment (evaluasi individu) pada dasarnya merupakan alat untuk pengembangan pribadi dan organisasi, tetapi juga dapat menyusun dasar bagi person pay (bayaran untuk si individu).

–          Performance review (evaluasi kinerja) pada dasarnya merupakan alat untuk memaksimalkan kinerja perorangan dan organisasi, tetapi juga dapat menyusun dasar bagi performance pay (bayaran untuk kinerja).

Pay for Position

Bayaran untuk posisi ditentukan dengan menggunakan Reference Salary bagi setiap grade (golongan), yang secara seragam diterapkan bagi semua posisi di grade yang sama. Grade ditentukan melalui evaluasi posisi. Di dalam satu grade yang sama, tidak ada perbedaan bayaran sekalipun job size nya berbeda. Reference Salary adalah yang mengaitkan antara internal equity (kesetaraan internal) dan external competitiveness (daya saing eksternal). Evaluasi posisi, grading, dan tingkat kompetensi yang ideal bagi pemegang jabatan tertentu adalah dasar bagi keadilan internal.

Reference Salary adalah suatu besaran gaji yang dipercayai perusahaan

perlu dibayarkan untuk dapat mempertahankan karyawan-karyawannya yang paling kompeten. Referensi ini disusun berdasarkan kebijakan kompensasi dan survey pasar. Karena gaji berdasarkan referensi ini dibayarkan bagi individu-individu yang paling kompeten, maka nilai referensi tidak terletak pada nilai tengah suatu rentang gaji, melainkan cenderung berada di bagian atas dari rentang gaji yang dibayarkan untuk individu-individu dalam grade itu.

Oleh karena itu, Reference Salary merupakan hal yang sangat penting yang mengaitkan kesetaraan internal dan daya saing eksternal. Reference Salary dapat didefinisikan sebagai bayaran yang kompetitif bagi pemegang jabatan yang berkompetensi penuh.

Bayaran untuk si Individu dialokasikan melalui gaji aktual (gaji sesungguhnya) dan modifikasi berdasarkan tuntutan pasar. Alokasinya didasarkan kepada kebijakan yang sudah didefinisikan dengan jelas, yang bertujuan untuk menjawab tekanan pasar, perbedaan kompetensi, status karyawan, senioritas dan sebagainya.

Gaji aktual seorang individu (sebaliknya dari Reference Salary per grade) didasarkan pada perbandingan antara kompetensi yang dimiliki individu tersebut terhadap kompetensi ideal untuk posisi yang dijabatnya. Jika ia memiliki tingkat kompetensi yang penuh, maka ia akan menerima bayaran sesuai Reference Salary. Sementara jika kompensasinya di bawah tingkat ideal, ia akan menerima yang lebih rendah dari Reference Salary. Namun ada beberapa pengecualian, jika seseorang memiliki kompetensi di atas ideal posisi yang bersangkutan, ia tidak akan memperoleh bayaran ekstra, karena sesungguhnya kompetensi itu tidaklah dibutuhkan untuk menjalankan posisinya yang sekarang.

Sumber : https://pendidikan.co.id/