Jet Commerce Ekspansi ke China dan Filipina

Jet Commerce Ekspansi ke China dan Filipina

Jet Commerce Ekspansi ke China dan Filipina

Jet Commerce Ekspansi ke China dan Filipina
Jet Commerce Ekspansi ke China dan Filipina

Jet Commerce terus mengembangkan bisnisnya, hal ini ditandai

dengan melakukan ekspansi di China dan Filipina. Ekspansi ke China diwujudkan dengan mengakuisisi Brand Top, e-commerce enabler yangberbasis di China, sementara ke Filipina ditandai dengan pembukaan kantor di Taguig City

Ekspansi ini termasuk bagian dari strategi Jet Commerce untuk menjangkau mitra brand global,serta mempercepat visi untuk menjadi e-commerce enabler terpecaya dan paling diandalkan se-Asia Tenggara.

Nama baru di China, yakni Jet Commerce, dipilih untuk lebih merefleksikan fokus strategis perusahaan pada solusi end-to-end e-commerce. Jet Commerce di China menggabungkan keahlian Jet Commerce dalam hal ritel online, pemasaran multi-channel, dengan kekuatan Brand Top di digital marketing, big data management, dan desain kreatif. E-commerce enabler terbaru ini akan dipimpin Chad Zheng, Chief Executive Officer.

Chad berkata, ekspansi ke China dan Filipina, sesudah Vietnam dan Thailand

mencerminkan pertumbuhan Jet Commerce yang cepat dan meningkatnya permintaan regional terhadap solusi e-commerce terintegrasi.

Di samping itu, ekspansi ini juga memungkinkan e-commerce specialist Jet Commerce untuk saling bertukar best practice dari masing-masing negara. Potensi bisnis pendukung untuk ekosistem e-commerce yang lebih ideal.

“Langkah Ini merupakan momentum penting bagi Jet Commerce untuk memperluas segala upaya dan solusi dalam lingkup internasional,” ujar Chad

Menurut Google dan Temasek dalam laporan e-Conomy SEA 2018, e-commerce

merupakan sektor bisnis yang menopang ekonomi internet dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara. Nilai sektor ini bahkan diprediksi hendak mencapai lebih dari $100 miliar pada 2025,
sementara jumlah konsumen Asia Tenggara yang berbelanja melalui platform e-commerce telah meningkat dari kurang dari 50 juta pada 2015 menjadi lebih dari 120 juta pada 2018.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/