Ini Penjelasan SMPN 30 soal Heboh Status di Medsos

Ini Penjelasan SMPN 30 soal Heboh Status di Medsos

Ini Penjelasan SMPN 30 soal Heboh Status di Medsos

Ini Penjelasan SMPN 30 soal Heboh Status di Medsos
Ini Penjelasan SMPN 30 soal Heboh Status di Medsos

SMP Negeri 30 Jakarta Utara mengklarifikasi perihal heboh dan viralnya

seseorang yang disebut-sebut sebagai seorang oknum guru SMPN 30 mengunggah status kontroversial beberapa hari lalu.

Dalam unggahan di media sosial (medsos) tersebut disebutkan ada seseorang bernama Asteria Fitriani membuat status mengenai usulan agar di setiap kelas dalam sekolah tidak usah memajang foto presiden dan wakil presiden.

Pasalnya, dari pemikiran Asteria, dengan dipajangnya foto Presiden dan Wakil Presiden

akan mengajarkan kecurangan dan ketidakadilan. Asteria juga meminta pihak sekolah cukup memajang foto Gubernur DKI Jakarta yang disebutnya “Gubernur Indonesia”, Anies Baswedan.

“Foto yang viral di media sosial mengenai kegiatan kelulusan murid SMPN 30 disalahartikan oleh alumni SMPN 30 Jakarta. Yang mem-posting status tersebut bukan guru atau tenaga pengajar di sekolah kami melainkan seorang wali murid yang anaknya lulus tahun ajaran 2018/2019,” ujar Kepala SMP Negeri 30 Jakarta, M Yusuf Corua dalam surat klarifikasi, Senin (1/7/2019).

Pihaknya sudah melakukan klarifikasi dan pencarian data terhadap guru dan staf karyawan di SMPN 30

namun tidak ada nama tersebut terdaftar sebagai guru atau pengajar di SMPN 30 Jakarta.

Sementara itu, pelaku yang mengunggah status itu, Asteria Fitriani (43) warga Jalan Menteng Gang V Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara dalam surat pernyataan bermaterai mengaku dirinya bukan guru di SMPN 30.

“Saya orang tua dari Hanadia Asma T (alumni angkatan 2018-2019) menyatakan bahwa saya bukan guru SMPN 30 dan benar sebagai pemilik akun pribadi Facebook atas nama Asteria Fitriani yang didalamnya terdapat foto saya bersama anak saya dengan latar belakang tulisan SMPN 30 Jakarta,” kata Asteria.

 

 

Baca Juga :