Gerhana Bulan

Gerhana Bulan

Gerhana bulan (Lunar Eclipses) hanya dapat terjadi pada saat bulan purnama, karena pada saat itu matahari, bumi dan bulan berada pada posisi lurus dan bulan masuk di dalam bayang-bayang bumi. Bayangan bulan terdiri dari dua bagian, yaitu bagian gelap yang disebut umbra dan bagian yang tidak begitu gelap yang disebut penumbra. Gerhana bulan terjadi bila lintasan peredaran bulan dan ekliptika berimpitan, pada saat bulan dan matahari itu beroperasi (bertentangan) maka akan terjadi gerhana bulan total. Hal itu terjadi karena bulan seluruhnya masuk kedalam kerucut bayangan inti (umbra) bumi dan jika sebagian saja dari bulan masuk ke bayangan umbra bumi maka terjadilah gerhana bulan partial (sebagian)

Gambar 4.1 “Gerhana Bulan

Beberapa hal penting dari gerhana bulan:

  1. Gerhana bulan terjadi pada saat tampilan bulan purnama dan pada jarak 12dari simpul (node)
  2. Pada gerhana bulan, bagian bulan sebelah kiri (timur) yang akan tertutup terlebih dahulu kemudian berakhir pada bagian sebelah kanan (barat).
  3. Dalam satu bulan synodis, satu kali kemungkinan terjadi gerhana bulan.
  4. Pada gerhana bulan total, seluruh peristiwa berlangsung 220 menit (60 menit untuk sekali gerhana bulan partial atau sebagian, sehingga 120 menit untuk dua kali gerhana bulan partial dan 100 menit berlangsungnya gerhana bulan total)
  5. Pada gerhana bulan gejalanya dapat dilihat di seluruh bagian bumi yang pada waktu itu dapat melihat bulan
  6. Bagian bulan yang tertutup memang tidak memberi cahaya sebab bulan memang tidak mempunyai cahaya sendiri (bulan memantulkan cahaya dari matahari)

4.2  Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari yang menuju bumi terhalang oleh bulan atau sebagian permukaan bumi terkena oleh bayang-bayang bulan.

Gerhana matahari akan terjadi jika:

  1. Kerucut baying-bayang bulan cukup panjang untuk mengenai bumi
  2. Bulan berada disimpul atau pada jarak tertentu dari simpul
  3. Bulan dalam kedudukan konjungsi (searah matahari)

Gerhana matahari ada 3 jenisnya, yaitu:

  1. Gerhana Matahari Total, terjadi pada saat jarak terpendek dari bulan dan matahari (563.319 Km) sehingga bayangan inti dari bulan jatuh tepat dibumi.

Gambar 4.2 “Gerhana Matahari Total

  1. Gerhana Matahari Partial, terjadi pada saat bulan berada pada daerah bayangan penumbra, sehingga ada bagian dari matahari yang terlihat normal.

Gambar 4.3 “Gerhana Matahari Partial

  1. Gerhana Matahari Cincin, gerhana ini kebalikan dari gerhana matahari total yakni dimana jarak bulan berada di titik terjauh dari matahari, sehingga kerucut bayang-bayang inti (umbra) tidak sampai ke bumi yang mengakibatkan permukaan bumi hanya terkena perpanjangan umbra. Dikatakan gerhana matahari cincin karena pengamat melihat matahari tampak sebagai cincin putih disekitar bola hitam.
    Sumber :https://icbbumiputera.co.id/cara-menghapus-postingan-lama/