Dimensi Politik dalam Pengembangan Masyarakat

 Dimensi Politik dalam Pengembangan Masyarakat

   Ife mengemukakan bahwa terdapat 6 (enam) dimensi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengembangan masyarakat (community development), yang saling terkait satu dengan lainnya.  Kegagalan pada satu dimensi akan sangat berpengaruh terhadap dimensi yang lainnya.  Adapun keenam dimensi tersebut mencakup dimensi sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, lingkungan dan personal/spiritual.

Kehidupan masyarakat memiliki banyak dimensi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kesejahteraan masyarakat tidak melulu hanya pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga berarti pemenuhan kebutuhan sosial-politik, budaya dan reliji. Krisis lingkungan terjadi karena pengembangan ekonomi yang membesar-besarkan kecenderungan konsumtif manusia, sebaliknya krisis ekonomi dapat terjadi karena kemiskinan sumber daya alam atau konflik sosial-politik. Karena itu, Pengembangan Masyarakat secara holistik memiliki enam (6) dimensi yang satu sama lain seringkali sulit dipisahkan atau dibeda-bedakan.

Kebanyakan program Pengembangan Masyarakat dilakukan untuk menangani salah satu atau beberapa aspek tertentu saja sedangkan aspek lainnya tidak diperhatikan. Seringkali keterbatasan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki menjadi alasannya. Hal ini juga menjadi suatu yang merugikan ketika masing-masing tidak berfikir saling melengkapi melainkan saling menegasikan peran pihak yang lainnya. Padahal, pengembangan jaringan kerjasama sebenarnya merupakan prasyarat yang penting bagi usaha-usaha pengembangan masyarakat yang lebih berarti.

Pengembangan Politik (Political Development)

Dalam banyak literatur, pengembangan politik seringkali disebut pengorganisasian masyarakat (community organizing). Dalam paparan ini, pengembangan politik merupakan bagian dari konsep pengembangan masyarakat (community development).

Pada pengembangan politik, isu pemberdayaan sangat mengemuka karena itu dalam program-program yang dilaksanakan, penting untuk melakukan analisis sosial (analisis kekuasaan) baik dalam level makro maupun lokal. Tujuan programnya adalah untuk mengembangkan kapasitas masyarakat secara keseluruhan di dalam arena politik yang lebih luas, serta mengembangkan kemampuan individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk berperan serta dalam politik lokal.

sumber :