Definisi Al-Qur’an

Definisi Al-Qur’an

Definisi Al-Qur’an

Definisi Al-Qur’an
Definisi Al-Qur’an

Secara etimologi

para ulama’ berselisih pendapat tentang asal-usul kata al-Qur’an. Di antaranya adalah menurut Manna’u Kholil al-Qotthon bahwa kata al-Qur’an (القرأن) merupakan kata benda (mashdar) dari kata kerja قرأ-يقرأ-قرأة-قرأنا yang berarti membaca/bacaan. Kata قرأنا berwazan فعلان dan berarti مفعول yakni مقروء yang berarti “yang dibaca”. Pendapat pertama ini diamini oleh Muhammad ‘Abdul ‘Adhim as-Zarqani di dalam kitab karangannya.

Menurut al-Farra’

seorang ahli bahasa yang telah menulis kitab ma’anil Qur’an, kata al-Qur’an berasal dari kata القرائن, jamak dari قرينة yang berarti indikator (petunjuk). Oleh karena sebagian ayat-ayat al-Qur’an serupa satu sama lain, sehingga seolah-olah sebagian ayat-ayatnya itu merupakan indikator (petunjuk) dari yang dimaksud oleh ayat lain yang serupa.

Menurut al-Asy’ari

kata al-Qur’an berasal dari kata قرن yang berarti menggabungkan, sebab surat dan ayat-ayat al-Qur’an itu telah digabungkan jadi satu antara yang satu dengan yang lainnya.

Menurut as-Zajjaj, kata al-Qur’an berasal dari kata القرأ yang berarti himpunan. Karena kenyataannya bahwa al-Qur’an telah menghimpun inti Kitab-Kitab Suci terdahulu.

Menurut as-Syafi’i, kata al-Qur’an bukan musytaq (bukan pecahan dari akar kata apapun) dan bukan pula berhamzah (tanpa tambahan huruf hamzah di tengahnya). ia merupakan nama yang diberikan oleh Allah kepada kitab suci yang diturunkan kepada Muhammad SAW sebagaimana penamaan Kitab Taurat, Zabur dan Injil. Dengan demikian, kata al-Qur’an bukan merupakan kata bentukan (musytaq) dari kata tertentu.

Dari banyak pendapat para pakar di atas, penulis lebih sepakat dengan pendapat Manna’u Kholil al-Qotthon dan Muhammad ‘Abdul ‘Adhim as-Zarqani , bahwa kata al-Qur’an (القرأن) merupakan kata benda (mashdar) dari kata kerja قرأ-يقرأ-قرأة-قرأنا yang berarti membaca/bacaan. Kata قرأنا berwazan فعلان dan berarti مفعول yakni مقروء yang berarti “yang dibaca”. Jumhur ulama’ juga sepakat dengan pendapat ini. Dan ini juga diperkuat dengan kenyataan bahwa al-Qur’an sendiri menggunakan kata قرأن tanpa al ta’rif dengan arti bacaan. Misalnya dalam firman Allah:
إنّه لَقرأن كريم (77) فى كتابٍ مكنونٍ (78)
“Sesungguhnya (al-Qur’an ini) adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara”.
Dan juga firman Allah:
إنّ علينا جمْعَه و قرأنَه (17) فإذا قرَأْ نَه فاتّبِعْ قرْأنه (18)

“sesungguhnya kami yang Ian mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya (17) apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan itu (18) .”
Sedangkan secara terminologi, para ulama’ juga berbeda pendapat. Menurut Muhammad ‘Abdul ‘Adhim az-Zarqoniy, al-Qur’an adalah perkataan (kalam) Allah, bukan perkataan Manusia, dan tidak ada keraguan padanya.

Menurut Drs. H. Inu Kencana Syafi’ie

al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT Tuhan semesta alam kepada Rasul dan sekaligus Nabi-Nya yang terakhir Muhammad SAW melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia sampai akhir zaman.

Menurut para ahli usul

para fuqahâ’ dan para ulama’ Arab, al-Qur’an adalah lafaz yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dari awal surat al-Fatihah sampai akhir surat an-Nas.

Menurut as-Shâbuni

al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul terakhir melalui malaikat Jibril yang tertulis dalam mushaf dan sampai kepada kita dengan jalan tawâtur (mutawâtir), membacanya merupakan ibadah yang diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.

Menurut M. Hadi Ma’rifat

al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang mengandung pesan samawi yang diperantarai oleh wahyu (wahyu adalah ilham gaib dari sisi malakut al-A’la yang turun ke alam materi).[13]
Menurut az-Zarqani, al-Qur’an adalah kalam yang mengandung mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tertulis di dalam mushaf, dinukil dengan cara mutawâtir, dan membacanya adalah ibadah.

Menurut para ulama’

al-Qur’an adalah Firman Allah SWT yang diturunkan kepada Muhammad SAW, yang pembacaannya menjadi satu ibadah.

Menurut Ari Hendri

al-Qur’an berarti wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dengan perantaraan Malaikat Jibril, yang diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.

Baca Juga: Doa sebelum belajar

Sifat-Sifat Al-Qur’an

Dari banyak definisi menurut para pakar di atas, penulis merumuskan definisi al-Qur’an yang mengandung sifat-sifat sebagai berikut:
1) Kalâmullah
2) Mengandung mu’jizat
3) Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
4) Diturunkan melalui malaikat Jibril.
5) Tertulis dalam mushaf.
6) Disampaikan dengan jalan mutawâtir.
7) Membacanya merupakan ibadah.
8) Diawali dengan surat al- Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.

Dari perumusan sifat-sifat atau karakteristik yang ada pada al-Qur’an di atas, selanjutnya penulis akan merumuskan definisi al-Qur’an yang mengandung semua unsur dari karakteristiknya.
Maka, al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang mengandung mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dan ditulis di dalam mushaf, serta disampaikan dengan jalan mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah, mulai dari awal surat al-Fatihah sampai akhir surat an-Nas.