Contoh Psikotes Kerja Secara Umum

contoh soal psikotes

Contoh Psikotes Kerja Secara Umum

Psikotes kerja sering diadakan oleh perusahaan sebelum merekrut seorang karyawan. Pelamar yang mampu mengerjakan soal-soal yang disodorkan dengan baik akan memiliki kesempatan besar untuk diterima. Dan jenis-jenis psikotes ini bermacam-macam sehingga butuh ketelitian dalam mengerjakannya.

Psikotes menjadi seleksi kerja pertama kali yang harus dilewati oleh pelamar pekerjaan. Perusahaan besar maupun menengah biasanya menerapkan seleksi ini. Psikotes ini digunakan untuk mengetahui watak, attitude serta kecakapan seorang pelamar.

Melihat tujuan ini, jelas pelamar harusnya menunjukkan kemampuannya. Dan perlu diingat bahwa psikotes ini bukan berkaitan dengan salah dan benarnya dalam menjawab. Melainkan lebih pada cocok tidaknya pelamar dalam menempati posisi pekerjaan yang dilamar sesuai hasil psikotes.

Perusahaan jelas akan melihat hasilnya dengan menganalisa sejumlah jawaban yang pelamar kemukakan. Oleh karenanya, pelamar perlu mempersiapkan diri dengan baik dalam menjawab soal-soal psikotes kerja ini.

Ada beberapa jenis psikotes yang disodorkan oleh pihak perusahaan. Di sini, kami akan tunjukkan beberapa jenisnya. Kemudian kami akan bagikan tips mengerjakan soal yang diberikan. Jadi, mari simak ulasannya berikut ini.

Psikotes Verbal

Tes ini mengedepankan kemampuan pembendaharaan kata pelamar pekerjaan. Ada sekitar 40 soal yang harus dijawab. Soal-soal ini harus dipahami sesuai jenisnya.

1 ) Persamaan Kata (Synonim)

Pada beberapa soal ini, pelamar pekerjaan akan diminta untuk memadankan kata. Akan ada satu kata yang harus dicari persamaan katanya. Pelamar diminta untuk menunjukkan jawabannya sesuai jawaban yang disediakan dalam format a,b,c dan d.

2 ) Lawan Kata (Antonim)

Jenis psikotes kerja berbentuk verbal lainnya adalah antonim. Pelamar diminta untuk menjawab lawan kata dari kata yang dituliskan. Formatnya kurang lebih sama, yakni pilihan ganda.

3 ) Penalaran (Analogi)

Format untuk tes ini juga pilihan ganda. Pelamar pekerjaan harus jeli melihat soal. Karena ini berbentuk penalaran.

Contohnya : air – haus: makanan-…

Jawaban tepatnya adalah lapar. Ini bisa diketahui kalau seseorang yang haus akan meminta air. Dan orang yang lapar butuh makanan.

Pada soal-soal semacam ini, Anda sangat disarankan untuk memperhatikan soalnya. Lihat dengan jeli baru isilah jawabannya. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan waktu pengerjaannya.

Psikotes Deret Aritmatika

Tes ini berupa deretan angka cukup banyak. Deretan angka ini memiliki pola tertentu. Pola inilah yang harusnya dipahami sebelum menentukan jawabannya.

Polanya bisa berupa pembagian, perkalian, persen, pecahan, pengurangan maupun penambahan. Pola ini bisa dilihat dari masing-masing angka yang ditunjukkan dalam deretan tersebut.

Tips untuk menyelesaikan soal ini bisa dilakukan dengan memahami/membaca seluruh deretan angka yang ada. Dan perlu diingat bahwa dua angka pertama jangan dijadikan patokan. Karena dua angka tersebut biasanya belum bisa mewakili pola yang sebenarnya.

Selain melihat polanya, Anda diminta untuk mengerjakan soal-soal lain yang lebih mudah. Carilah soal paling mudah supaya bisa mengerjakan soal lebih banyak. Karena jika tidak, Anda akan kehabisan waktu sendiri.

Psikotes Pauli/Koran

Psikotes kerja yang satu ini disebut dengan tes koran. Anda akan disuguhkan angka-angka yang cukup banyak memenuhi lembar soal. Deretan angka ini dimulai dari 0-9 dan tersusun secara vertikal.

Cara menyelesaikannya cukup sederhana. Anda diminta untuk menjumlahkan angka-angka tersebut. Meskipun terlihat sederhana, nyatanya butuh konsentrasi tinggi.

Pelamar yang mengikuti psikotes sebaiknya lebih berkonsentrasi. Yang paling baik adalah mengerjakannya sesuai tempo yang Anda kuasai. Ini berarti bahwa Anda sebaiknya tidak terpengaruh dengan pelamar lainnya dalam mengerjakannya supaya tidak gagal dalam pengisian.


sumber : https://rumusguru.com/contoh-soal-psikotes/