Berdoa

Berdoa

            Berdoa merupakan cara berkomunikasi secara pribadi dengan Tuhan. Dengan berdoa kitamengundang campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita. Doa seperti peperangan roh, Roh Tuhanbekerja melawan si jahat, sementara kita diberi kekuatan untuk tetap bertahan dalam pencobaandengan tetap memiliki damai sejahtera dari Tuhan. Oleh karena itu ketika kita berdoa, kita harus meminta supaya hati, pikiran, dan perbuatan kita senantiasa dijagai dan dilingkupi oleh Roh Kudus agar kita dijauhkan dari godaan dan perbuatan dosa dan hidup kita senantiasa seturut dengan kehendakNya.

Amsal 3:5

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri”

            Kita tidak boleh sombong atas pengetahuan dan akal budi yang kita miliki karena semuanya itu hanya merupakan pemberian Allah, bukan hasil usaha kita sendiri. Kesombongan akan kehebatan IPTEK berakibat pada perasaan tidak memerlukan Allah. Artinya, IPTEK-lah yang akan menjadi allah kita, atau kita telah diperhamba oleh IPTEK. Dapat juga terjadi, kita tetap memerlukan Allah, akan tetapi Allah kita tempatkan hanya sebagai pembantu atau pelengkap saja. Kita menempatkan Allah sebagai ban cadangan. Padahal, iman Kristen mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah anugerah Allah (solagratia). Anugerah itu hanya dapat diterima oleh karena iman (solafide). Karena itu, selain takut akan Allah, kita juga tidak boleh sombong dengan IPTEK yang kita telah kembangkan, karena IPTEK itu sendiri adalah anugerah dari Allah.

Memang, IPTEK telah banyak mempermudah kehidupan umat manusia dalam segala bidang. Namun kita harus senantiasa mengingat bahwa semuanya itu berasal dari Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, sehingga kita harus tetap percaya dan beriman teguh kepada Tuhan. Satu hal yang tidak dapat kita pungkiri, kita tetap memerlukan Tuhan dalam hidup kita. Allah adalah sumber kehidupan. Kecanggihan entertainment  saat ini mungkin mampu memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi hidup kita, namun itu semua sifatnya sementara, tidak seperti sukacita dan kedamaian sorgawi yang Allah berikan atas hidup kita.[11]

  1. Memanfaatkan IPTEK Sebagai Sarana Bagi Kemuliaan Nama Tuhan.

            Keluaran 35:30-36:1 mencatat bahwa Allah menunjuk orang-orang yang telah dipilihnya untuk membuat segala keperluan untuk membangun bait Allah. Kemudian Allah memperlengkapi mereka dengan segala keahlian, pengertian dan pengetahuan dalam segala pekerjaan untuk membuat segala rancangan tentang bait Allah. Allah memberikan Rohnya untuk membuat mereka mampu menyelesaikan pembangunan bait Allah seperti yang difirmankan-Nya. Tuhan juga telah menanamkan dalam hati mereka dengan kemampuan untuk mengajar dan memenuhi hati mereka dengan keahlian untuk membuat pekerjaan-pekerjaan seorang ahli, yakni sebagai pelaksana segala pekerjaan dan perancang segala sesuatu.

Sama seperti Allah yang telah memberikan pengetahuan dan keahlian bagi orang Israel yang dipilihnya, untuk melaksanakan tugas membangun bait Allah, kita pun juga dipilih oleh Allah, dan dikaruniai dengan kepandaian, kecerdasan, dan akal budi untuk melaksanakan pekerjaan yang kudus bagi kemuliaan nama Allah. Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, kemuliaan nama Tuhan pun harus semakin termasyur. Kita harus memanfaatkan setiap talenta yang kita miliki bagi kemuliaan nama Tuhan. Misalnya, bagi setiap kita yang dikaruniai kemampuan lebih dalam bidang komputer dan internet, kita bisa melakukan video editting yang berisi suatu kesaksian mengenai kasih Allah, dan mengupload video tersebut di Youtube, sehingga setiap orang dapat menyaksikan kasih Allah dan video tersebut dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang menontonnya, atau kita bisa men-share ayat-ayat firman Tuhan melalui status di Facebook, sehingga memberkati setiap orang yang membacanya. Melalui ayat ini kita tahu bahwa sumber segala pengetahuan dan keahlian adalah Allah. Dan semuaitu dipakai untuk melakukan kehendak-Nya (Kel 36:1).

 

Sumber :

https://callcenters.id/