Teori Inkremental

Pendidikan

Teori Inkremental Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti daram teori rasional komprehensif) dan, pada saat yang sama, merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambil kepurusan sehari-hari. Pokok-pokok teori inkremental ini dapat diuraikan sebagai berikut: Pemilihan tujuan

 Teori Pengambilan Keputusan

Pendidikan

 Teori Pengambilan Keputusan Teori Rasional Komprehensif Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut : Pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat

Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis

Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis

Pendidikan

Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis  lingkungan  eksternal  bisnis  dari  sebuah  perusahaan  terdiri  dari faktor-faktor pada dasarnya diluar dan terlepas dari perusahaan. Faktor – faktor utama yang biasa diperhatikan adalah faktorfaktor politik, ekonomi, social dan teknologi. Lingkungan eksternal bisnis ini memberikan kesempatan besarbagi perusahaan untuk maju, sekaligus dapat menjadi hambatan untuk maju. Adapun teknik-teknik analisis digunakan untuk memahami kondisi situasi pada lingkungan eksternal bisnis diantaranya adalah: AnalisisLimaDaya Persaingan Porter Aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan di mana bisnis perusahaan berada. Akibatnya faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman-ancaman dankekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi perlu untukdianalisa. Michael E.Porter mengemukakan konsep Competitive Strategy yang menganalisa persaingan bisnis  berdasarkan  lima  aspek  utama  yang  disebut  Lima  Kekuatan Bersaing

Analisis PEST (Politic, Economic, Social, Technology)

Analisis PEST (Politic, Economic, Social, Technology)

Pendidikan

Analisis PEST (Politic, Economic, Social, Technology) Menurut Ward dan Peppard (2002, p70-72) analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi. PEST digunakan untukmenilai pasar dari suatu unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis PEST adalah kerangka untukmenilai sebuah situasi, dan  menilai  strategi  atau  posisi,  arah  perusahaan,  rencana  pemasaran  atau ide. Dimana analisis ini dapat diambil suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan. a)Faktor Politik Faktor  politik  meliputi  kebijakan  pemerintah,  masalah-masalah hukum, sertamencakup aturan-aturan formal dan informal dari lingkungan dimana perusahaanmelakukan kegiatan. Contoh :

Analisis Value Chain (Manufacture)

Pendidikan

Analisis Value Chain (Manufacture) Menurut Michael Porter (Ward dan Peppard (2002, p244)) value chain analysis adalah kegiatan menganalisa kumpulan aktivitas yang dilakukan untuk merancang, memproduksi, memasarkan, mengantarkan dan mendukung produk atau jasa. Pendekatan rantai nilai (value chain) dibedakan menjadi dua tipe aktivitas bisnis (Ward dan Peppard, 2002, p263): 1. Aktivitas Utama (Primary Activities) Aktivitas-aktivitas utama

 Tujuan pendidikan

Pendidikan

 Tujuan pendidikan Tingkah laku manusia, secara sadar maupun tidak sadar tentu berarah pada tujuan. Demikian juga halnya tingkah laku manusia yang bersifat dan bernilai pendidikan. Keharusan terdapatnya tujuan pada tindakan pendidikan didasari pada ilmu pendidikan yang  normatif dan praktis. Sebagai ilmu pengetahuan normatif, ilmu pendidikan merumuskan kaidah-kaidah; norma-norma atau ukuran tingkah laku perbuatan yang sebenarnya

Pengertian Komponen Pembelajaran

Pendidikan

Pengertian Komponen Pembelajaran Komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang memiliki peran dalam keseluruhan berlangsungnya suatu proses pembelajaran. Komponen pendidikan berarti bagian-bagian dari sistem proses pendidikan, yang menentukan berhasil atau tidaknya proses pendidikan. Bahkan dapat dikatakan bahwa untuk berlangsungnya proses kerja pendidikan diperlukan keberadaan komponen-komponen tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen pembelajaran adalah kumpulan dari

Deduktif-Induktif

Perkebunan

Deduktif-Induktif Bila kalimat pokok di tempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf, terbentuklah paragraf deduktif-induktif. Kalimat pada akhir paragraf umumnya menjelaskan atau menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal paragraf. Contoh : ” Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah yang kuat,murah, dan sehat. Pihak dari pekerjaan umum sudah lama menyelidiki bahan rumah yang

Inilah sebabnya mengapa setiap desainer harus mengetahui 4 diagram sistem ini

Inilah sebabnya mengapa setiap desainer harus mengetahui 4 diagram sistem ini

Teknologi

Inilah sebabnya mengapa setiap desainer harus mengetahui 4 diagram sistem ini   Pemikiran sistem sering digembar-gemborkan di kalangan yang berbeda sebagai kompetensi yang layak untuk diinvestasikan. Memiliki lensa yang lebih luas dan mampu memodelkan sistem yang memengaruhi input, output, dan pola perilaku orang yang menggunakan produk yang kami bangun adalah bagaimana kami dapat memberikan yang

Bill Gates mundur dari dewan direksi Microsoft

Bill Gates mundur dari dewan direksi Microsoft

Teknologi

Bill Gates mundur dari dewan direksi Microsoft   45 tahun setelah ia memulai perusahaannya, Bill Gates mengundurkan diri dari dewan Microsoft dan Berkshire Hathaway. Meskipun ia tidak memiliki peran sehari-hari dalam perusahaan sejak 2008, ia sekarang melangkah lebih penuh untuk fokus pada upaya amal. Gates mengumumkan keputusannya di sebuah posting LinkedIn, mengatakan dia ingin “mendedikasikan