ASAL-USUL CANDI BOROBUDUR

ASAL-USUL CANDI BOROBUDUR

ASAL-USUL CANDI BOROBUDUR

ASAL-USUL CANDI BOROBUDUR

Candi Borobudur yang tepatnya terletak

di Jalan Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi yang berdiri di kota Magelang ini memiliki banyak misteri perihal asal-usulnya. Tak banyak catatan sejarah yang membuktikan siapakah gerangan yang membangun candi super megah tersebut.

Namun, berdasarkan pada aksara yang tertulis pada kaki tertutup Karmawibhangga candi dan prasasti yang ditemukan pada masa kerajaan, Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke delapan. Sekitar tahun 750-800 Masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra.

Dengan lokasinya yang berada di ketinggian perbukitan, Candi Borobudur diperkirakan dibangun dalam kurun waktu 75-100 tahun lamanya. Menurut legenda, Borobudur sendiri konon katanya diarsitekturi oleh seorang bernama Gunadharma yang masih misterius.

Telah dibangun sejak zaman kerajaan, Candi Borobudur tak lantas terkenal. Candi yang berada di Jawa Tengah itu sempat tersembunyi selama berabad-abad. Banyak yang melupakan dan hampir tak mengetahui keberadaannya karena terkubur dan menjadi sebuah bukit yang tertutup semak belukar.

Baru pada abad ke 18 tepatnya pada 1814 Masehi, Candi Borobudur tampil kembali ke permukaan. Kala itu Jawa tengah berada di bawah pemerintahan Inggris dan mengutus Seorang Gubernur-Letnan bernama Sir Thomas Stamford Raffles untuk memimpin Jawa. Raffles ternyata memiliki banyak ketertarikan pada budaya serta sejarah Jawa.

Saat melakukan inspeksi ke Semarang, pria yang lahir pada 1781 itu mendengar kabar ada monumen besar yang di dalam hutan. Raffles pun mengutus H.C .Cornelius, seorang insinyur Belanda untuk menyelidiki keberadaan monumen besar tersebut.

Dalam kurun waktu sekitar 2 bulan, Cornelius bersama ratusan anak buahnya melakukan pencarian dengan menebang pohon dan juga semak belukar yang tumbuh pada bukit dimana Candi Borobudur terkubur. Cornelius juga membersihkan tanah yang mengubur candi lantas memberikan sketsa Candi Borobudur pada Raffles.

Raffless pun mengabadikan Candi Borobudur dalam buku catatannya dan dikenal dunia sebagai penemu candi yang telah lama terkubur tersebut. Meneruskan perjuangan Raffles dan Cornelius, seorang pejabat pemerintah Hindia-Belanda, Hartmann meneruskan pengalian Candi Borobudur.

Atas usaha banyak orang, Candi Borobudur pun tergali dan bisa terlihat seluruh bagiannya pada tahun 1835 Masehi. Melihat sebuah bangunan bersejarah telah ditemukan, pemerintah Hindia-Belanda saat itu pun menugaskan seorang insinyur, F.C Wilsen untuk mempelajari Candi Borbudur.

Seiring berjalannnya banyak penelitian mengenai Candi Borobudur, banyak kolektor candi yang berkunjung untuk melihat. Namun, perhatian dunia dan kepopuleran saat  itu rupanya berdampak buruk pada Candi Borobudur.

Pasalnya, Candi Borobudur menjadi sasaran para pencuri artefak yang menginginkan uang dengan menjual barang bersejarah. Para pencuri umumnya mengambil kepala arca Buddha karena mencuri seluruh badan terlalu sulit karena ukuran yang besar.

Akibat banyak insiden pencurian tersebut kepala inspektur artefak budaya saat itu pun menyarankan agar Candi Borobudur dibongkar. Lantas, memerintahkan reliefnya dipindahkan ke museum agar lebih aman dari incaran pencuri.

Namun, perintah tersebut urung terjadi, karena arkeolog yang ditunjuk pemerintah bernama Groendveldt menggelar sebuah penyelidikan menyeluruh pada situs candi. Arkeolog tersebut lantas mencetuskan saran untuk membiarkan Candi Borobudur tetap utuh dan tidak dibongkar untuk dipindahkan .


Sumber: https://priceofcialisrnx.com/2020/04/cytus-ii-apk/