APK Pendidikan Rendah Karena Tingkat Kemiskinan Tinggi

APK Pendidikan Rendah Karena Tingkat Kemiskinan Tinggi

APK Pendidikan Rendah Karena Tingkat Kemiskinan Tinggi

APK Pendidikan Rendah Karena Tingkat Kemiskinan Tinggi
APK Pendidikan Rendah Karena Tingkat Kemiskinan Tinggi

Faktor rendahnya APK pendidikan di Jawa Barat ini tak lepas dari tingkat kemiskinan penduduk.

Bahkan jika dibandingkan dengan wilayah lndonesia Timur, wilayah Jabar masih memiliki penduduk miskin lebih

Banyak yang tidak dapat mengakses pendidikan sehingga APK. Pendidikan terendah di Indonesia saat ini justru adanya di Jawa Barat,” papar Rizki Yusro dari HMI Cabang Bandung, kepada RMOLJabar saat mengkritisi Hardiknas di Jabar, Kamis (3/5).

Indikasi ini membuktikan bahwa Pemerintahan Daerah Jawa Barat belum berpihak pada pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang pendidikan yang belum nampak menghasilkan

“Sumberdaya manusia yang cerdas. Ironisnya, Gubernur Jawa Barat justru berangkat dari partai yang selama ini mengklaim

dengan jargon politiknya cerdas dan peduli,” paparnya.

Apa yang dimaksud dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan, Untuk sekedar diketahui bahwa data APK adalah perbandingan antara jumlah murid padajenjang pendidikan tertentu (SD, SLTP, SLTA dan sebagainya) dengan penduduk kelompok usia sekolah yang sesuai dan dinyatakan dalam persentase.

“Kondisi kemiskinan penduduk yang masih menjadi problematika utama masyarakat di Jawa Barat, Sehingga dampak dari kemiskinan ini tentunya sangat berpengaruh besar bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan,” jelasnya.

Lalu apa saja yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Jawa Barat selama ini, A

pakah mereka cukup bangga dengan perolehan puluhan penghargaan kalau faktanya yang namanya penghargaan itu secara riil ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih dari itu rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan ternyata sejalan dengan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat, Apalagi Indek Pembangunan Manusia atau yang lebih dikenal dengan singkatan lPM adalah salah satu tolak ukur keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan roda pembangunan di wilayahnya, dimana tujuan akhir dalam pembangunan suatu daerah adalah manusia, Karena suatu daerah akan dinilai maju atau berkembang apabila kebijakan ekonominya berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia dan dapat menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat menikmati Pendidikan,

Kesehatan, dan menjalankan kehidupan yang produktif. Sehingga melalui lPM akhirnya dapat diketahui sampai sejauh mana keberhasilan yang sudah dicapai oleh suatu daerah.

“Saat ini hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat berada di urutan ke IS secara nasional maka dengan lPM rendah ini membuktikan bahwa tingkat kualitas pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat masih rendah. Jadi wajar saja kalau lPM rendah APKjuga rendah, Sehingga dengan Angka Partisipasi Kasar yang rendah ini dapat menyebabkan kualitas manusia di Jawa Barat pun ikut-ikutan rendah,” pungkasnya

 

Sumber :

https://nashatakram.net/pemikiran-fase-renaissance-dan-modernisme/