Anatomi dan Fisiologi Ambing

Anatomi dan Fisiologi Ambing

            Ambing sapi dibagi menjadi 4 kuartir, setiap kuartir memiliki satu putting. Ambing pada kuartir bagian kanan dan kiri dipisahkan oleh ligamentum suspensori medialis, sedangkan kuartir ambing bagian depan (cranial) dan kuartir bagian belakang (caudal) dipisahkan oleh membrane. Ambing bagian depan menghasilkan produksi sebesar 40%, sedangkan ambing bagian belakang mampu memproduksi susu 60% untuk setiap harinya. Ambing pada hewan ternak khususnya sapi, kaya akan produksi susu, lemak susu, dan kaya protein dengan suplai dari darah sehingga penting bagi peternak untuk memahami cara kerja ambing (Nelson, 2010).

Ambing mengandung kumpulan alveoli yang memiliki kemampuan untuk memproduksi susu. Susu yang diproduksi alveoli akan meningkat apabila ambing dalam keadaan kosong, sebaliknya susu yang diproduksi alveoli akan menurun apabila ambing telah terisi penuh. Biosintesis susu yang terjadi pada ambing meliputi biosintesis protein, lemak, dan laktosa (Rusdiana dan Sejati, 2009).

Bagian eksternal ambing antara lain medial suspensory ligament, lateral suspensory ligament, membrane vine dan bagian internal ambing antara lain alveoli, milk ductus atau saluran susu, gland cistern, teat cistern, otot sfingter, annular fold, dan streak canal.  Gland cistern merupakan tempat penampungan susu dari semua saluran, susu yang telah ditampung akan mengalir menuju teat cistern melewati annular fold yang didalamnya terdapat otot sfingter sebagai penahan susu di dalam ambing.  Streak canal yang ditutupi oleh otot sfingter merupakan pintu bukaan dair teat cistern sebelum keluar melewati teat meatus menuju ruang bebas. Ambing merupakan suatu kelenjar kulit yang sekelilingnya tertutupi oleh bulu, kecuali pada puting.  Ambing tampak seperti kantung yang berbentuk persegi empat yang terbagi menjadi dua bagian kiri dan kanan yang dipisahkan oleh satu lekukan yang memanjang disebut medial suspensory ligament.  Bagian ambing kanan dan kiri masing-masing dipisahkan menjadi dua bagian kuartir depan dan belakang oleh suatu membrane yang amat tipis disebut membrane vine (Blakely dan Bade, 2006).

Mastitis adalah suatu peradangan pada jaringan ambing yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme, zatkimia, dan luka karenamekanis. Mastitis merupakan   masalah  besar  bagi  peternak  karena   menyebabkan  susu  yang dihasilkan terkontaminasi bakteri pathogen yang merusak susu akibat mikroba mastitis sehingga susu tidak layak jual (Eniza,2004).

sumber :
https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/