Ajak Siswa Menabung Sejak Dini lewat Festival Inklusi Keuangan 2018

Ajak Siswa Menabung Sejak Dini lewat Festival Inklusi Keuangan 2018

Ajak Siswa Menabung Sejak Dini lewat Festival Inklusi Keuangan 2018

Ajak Siswa Menabung Sejak Dini lewat Festival Inklusi Keuangan 2018
Ajak Siswa Menabung Sejak Dini lewat Festival Inklusi Keuangan 2018

Guna memperingati bulan inklusi Nasional pada bulan Oktober, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

selenggarakan Festival Inklusi Keuangan 2018, Rabu, 24 Oktober 2018. Bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) acara tersebut melibatkan 500 peserta didik dan guru Sekolah Dasar Wilayah Bandung Raya.

Direktur Utama Bank bjb, Ahmad Irfan mengatakan, dalam bukan inklusi ini, Bank bjb turut aktif dalam mendidik dan mendorong minat masyarakat agar mengenal lebih jauh mengenai kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada perbankan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Bank bjb selalu turut aktif dalam memuat masyarakat untuk menggunakan produk

dan layanan jasa Keuangan,” tutur Irfan dalam acara yang digelar di Kantor Pusat Bank bjb, Jalan Naripan nomor 12-14, Kota Bandung.

Irfan juga mengatakan, kegiatan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SKNI). “Kita terus mendukung dan sejalan dengan program serta kebijakan pemerintah pusat,” tutur Irfan.

Senada dengan Irfan, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Sarwono mengatakan k

esejahteraan masyarakat dapat dilihat dari proses literasi keuangan yang mereka lakukan. “Kemajuan kita bisa dilihat dari tingginya inklusi tabungan yang dilakukan. Semakin tinggi maka semakin naik kesejahteraan. Itu yang kita lihat hari ini,” tutur Sarwono.

Dalam acara tersebut, bank bjb juga memberikan apresiasi untuk sekolah yang berpartisipasi dan berprestasi dalam proses pengenalan literasi keuangan yang dilakukan atas kerjasama dengan bank bjb lewat program SimPel (Simpanan Pelajar).

Salah satu guru, Neni Sri Rahayu mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat guna mengenalkan peserta didik, khususnya siswa sekolah dasar tentang betapa pentingnyaenabung sejak usia dini.

“Setelah kita lakukan kerjasama, para siswa mulai rajin untuk menabung. Ya meskipun cuma seribu dua ribu, tapi ini membuktikan adanya kesadaran mereka untuk menyisihkan uang guna ditabung,” ungkap Guru SDN 036 Ujungberung tersebut. ***

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-kesenian-reog-ponorogo/